Peristiwa

Hoax, Kabar Tewasnya Korban Jembatan Ambruk


PROBOLINGGO – Setelah jembatan gantung di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo ambruk, Jumat (9/9) pagi, sempat beredar kabar ada korban tewas. Belakangan, kabar tersebut dipastikan hoax. Meski korbannya mencapai puluhan orang, semua korban tersebut hanya mengalami luka.

Hal itu dipastikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi. Ia mengatakan, setelah melalui perawatan di Puskesmas Pajarakan, beberapa siswa bersama gurunya dirujuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami sudah melakukan koordinasi dengan Polsek dan Koramil untuk meredam kabar timbulnya korban jiwa. Kami tangkal berita hoax dengan menyampaikan berita sesuai fakta,” ujarnya.

Pihaknya kini tengah melakukan pendampingan psikologi kepada korban. Hal itu dinilai sangat diperlukan dalam rangka menghilangkan trauma pada dirinya korban.

“Kami beri proses pemulihan trauma agar korban ini bisa kembali ceria seperti sedia kala. Harapannya anak-anak dapat tetap bisa belajar tanpa dihantui peristiwa ini,” katanya.

Akibat ambruknya jembatan tersebut, puluhan siswa SMPN 1 Pajarakan menjadi korban. Jumlah korban mencapai 16 orang. Mereka dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Sejumlah 5 orang di antaranya rawat jalan, 1 berada di IGD, dan 10 orang lainnya dilakukan rawat inap.

Peristiwa itu sampai membuat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turun tangan. (ar/eem)


Bagikan Artikel