Peristiwa

Gubernur Khofifah Besuk Siswa Korban Jembatan Ambruk


PROBOLINGGO – Ambruknya sebuah jembatan gantung di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo membuat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun tangan. Ia langsung meninjau lokasi kejadian sekaligus membesuk korban, Jumat (9/9) sore.

Dari pantauan Koran Pantuta di lapangan, Khofifah tiba di lokasi kejadian sekira pukul 17.20. Perempuan nomor satu di Jatim itu disambut oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Probolinggo.

Selesai meninjau lokasi, Khofifah langsung menuju RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Ia melihat langsung kondisi siswa yang menjadi korban ambruknya jembatan gantung. Selain itu ia juga memberikan bantuan untuk korban.

Khofifah mengatakan, pihaknya telah meminta jajaran OPD terkait, di antaranya Dinas PU Bina Marga, Dinas PU Sumber Daya Air, dan BPBD Jatim untuk melakukan penanganan terhadap jembatan tersebut. Hal ini mengingat, jembatan tersebut merupakan penghubung masyarakat dari Pajarakan ke Kraksaan.

“Insya Allah dimungkinkan dengan dana BTT (Belanja Tidak Terduga, red) dari Pemprov Jatim. Karena jembatan gantung ada di e-Catalog, maka Insya Allah bisa dilakukan dalam waktu dekat,” terangnya.

Di samping itu, Khofifah juga meminta agar layanan kesehatan bagi seluruh korban harus benar-benar optimal. Ia juga berpesan agar aspek psikis korban juga diperhatikan.

“Layanan kesehatan dan trauma healing terhadap korban nanti dari Pemkab (Pemerintah Kabupaten, red). Saya betul-betul meminta untuk anak-anak ini agar betul-betul mendapatkan perhatian. Baik layanan kesehatannya maupun trauma healingnya,” ungkap Khofifah.

Diketahui, jembatan gantung yang berada di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, ambruk, Jum’at (9/9) pagi. Puluhan siswa menjadi korban ambruknya jembatan tersebut.

Dari data yang didapat Koran Pantura, korban ambruknya jembatan ada sebanyak 16 orang di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Dari jumlah tersebut 5 orang di antaranya dirawat jalan dan 1 orang berada di IGD. Sebanyak 10 orang lainnya dilakukan rawat inap. (ar/eem)


Bagikan Artikel