Peristiwa

23 Siswa dan Guru SMP jadi Korban Jembatan Ambruk


PROBOLINGGO – Sebuah jembatan gantung yang berada di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, ambruk, Jum’at (9/9) pagi. Jembatan itu ambruk ketika 36 siswa dan 9 guru SMPN 1 Pajarakan melintasi jembatan tersebut.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Koran Pantura, ambruknya jembatan itu terjadi sekitar pukul 08.30. Jembatan itu memiliki ketinggian mencapai 7 meter dari permukaan sungai. Jembatan tersebut diduga tak kuat menahan beban ketika dilewati puluhan siswa SMPN 1 Pajarakan yang tengah melakukan kegiatan gerak jalan santai.

Begitu jembatan ambruk, mereka terjatuh ke dasar sungai di bawah jembatan itu. Beruntung tak ada korban meninggal. Sejumlah 22 orang dinyatakan tak terluka. Selebihnya, yakni sebanyak 23 orang dinyatakan terluka.

Mereka kemudian dievakuasi oleh warga sekitar jembatan. Selanjutnya sebanyak 23 korban dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Pajarakan dengan ambulans dan kendaraan warga lainnya. Dari jumlah tersebut, 14 di antaranya dilarikan ke RSUD Waluyo Jati karena kondisi lukanya serius.

Kepala Puskesmas Pajarakan Maulida Rahmani mengatakan, ada sebanyak 23 siswa mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Mereka semuanya dirawat Puskesmas Pajarakan.

“Ada sekitar 23 korban mengalami luka yang dirawat di sini. Mereka dievakuasi setelah sebelumnya kami dapat info ada jembatan ambruk. Kami langsung menugaskan ambulans agar langsung ke lokasi,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Kraksaan Kompol Sujianto mengatakan, pihaknya telah melakukan pengamanan terhadap TKP. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkim) Kabupaten Probolinggo perihal penanganan terhadap jembatan yang ambruk.

“Korban yang di Puskesmas Pajarakan sudah dipulangkan. Yang dirawat di RSUD Waluyo Jati ada 14 korban. Kami dari pihak kepolisian sedang berkoordinasi dengan pihak (Dinas) Perkim untuk masalah perbaikan jembatan,” terang Kompol Sujianto. (ar/eem)


Bagikan Artikel