Peristiwa

Barang Elektronik Rusak, Warga Trauma


PROBOLINGGO – Tegangan listrik yang naik di Dusun Kenongo RT/RW 18/03 Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo pada Rabu (30/1) pagi lalu, membuat warga setempat trauma. Pasalnya, tidak sedikit barang elektronik milik warga yang rusak akibat kejadian tersebut.

Sugi Sulaiman (57), warga setempat mengatakan, dampak peristiwa itu cukup terasa bagi dirinya. Pasalnya, sejumlah barang elektronik miliknya rusak. Yakni 7 bola lampu, mesin pompa air, sebuah printer, dan televisi 50 inch.

“Ya akibat tegangan naik itu,” ujarnya, Kamis (31/1) siang. “Itu belum termasuk punya tetangga saya. Ada yang mesin cucinya rusak dan lagi sebagainya,” imbuhnya.

Sugi berharap PLN bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Yakni dengan melakukan perbaikan travo yang menyebabkan tegangan listrik di wilayah tersebut naik. Bila perlu, travo lama diganti dengan travo baru. Sugi juga meminta ganti rugi atas kerusakan barang elektronik milik warga.

“Bagi warga yang kaya tidak masalah. Tapi untuk warga yang tidak mampu, harus diganti. Kan kasihan jika TV satu satunya rusak. Mereka tidak bisa melihat hiburan,” sergahnya.

Menurutnya, tiang travo di depan depot miliknya terbuat dari besi. Ia berharap tiang besi itu diganti dengan tiang beton. Sebab, jika menggunakan tiang besi, ia khawatir ada warga tersengat aliran listrik karena tiangnya teraliri arus listrik. Misalnya karena kabel terkelupas dan menempel pada tiang listrik dari besi.

Sugi kemudian menunjukkan sebuah video kejadian warga memperagakan tiang listrik yang ada arus listriknya. “Kalau tiang beton, kan tidak dapat dialiri listrik. Kecuali basah karena hujan,” kata Sugi.

Hal senada juga diungkapkan Hari (49), tetangga dari Sugi. Menurutnya, kejadian tegangan listrik naik menyebabkan beberapa bola lampu miliknya putus dan tidak bisa dipakai lagi. Televisi miliknya juga rusak.

“Saat bangun dari tidur, saya lihat tabung TV saya keluar asap. Saya langsung bangun dan membuka kabel TV yang menancap di aliran listrik. Kalau saya tidak bangun, mungkin TV sudah terbakar dan apinya merembet ke rumah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala PLN Rayon Probolinggo Kadek mengaku belum mengetahui ada peristiwa tegangan listrik naik. Oleh karena itu, ia belum bisa mengambil langkah untuk menangani kejadian tersebut. Termasuk urusan permintaan ganti rugi.

“Saya masih belum mendengar. Belum ada laporan. Kami akan ke lokasi. Soal ganti rugi, tunggu dulu lah,” katanya singkat. (gus/eem)

1

Sugi Sulaiman menunjukkan layar TV miliknya yang rusak karena tegangan listrik yang naik pada Rabu (30/1) pagi lalu. (Agus Purwoko/Koran Pantura)


Bagikan Artikel