Peristiwa

Ciduk 6 PSK, 1 Muncikari, dan 1 Pria Hidung Belang


PROBOLINGGO – Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo berhasil menggerebek 6 Pekerja Seks Komersial (PSK) yang beroperasi di siang hari, Kamis (4/8). Selain menciduk 6 PSK tersebut, anggota Satpol PP juga mengamankan 1 muncikari dan 1 pria hidung belang. Keduanya tertangkap basah saat bertransaksi di dalam kamar yang tersedia di sebuah warung.

Sejumlah 5 orang, yakni CK, ID, AK, YN, dan HA, diamankan di sebuah warung kopi di Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang. Sementara 3 lainnya, yakni AY, YL, dan YN diamankan di sebuah warung kopi di Desa Sepuh Gembol, Kecamatan Wonomerto.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (KUKM) pada Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo Hariyanto mengungkapkan, 8 orang yang terlibat dalam bisnis asusila tersebut diamankan nyaris tanpa perlawanan. Hanya CK, si muncikari yang sempat berusaha melarikan diri. Ia bersembunyi di dalam salah satu kamar mandi milik tetangganya.

“Dari 2 tim yang kami turunkan, kami berhasil mengamankan 8 orang. Terdiri dari 6 PSK, 1 muncikari, dan 1 pria hidung belang. Sempat ada yang mau melarikan diri. Namun anggota kami berhasil mengamankannya,” ungkapnya.

Dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) itu, anggotanya mendapati adanya seorang pria hidung belang berinisial HA. Sebelum diamankan, HA hendak bertransaksi dengan salah satu PSK di dalam kamar berbentuk bilik khusus.

“Keduanya diamankan saat berada di dalam kamar. Mereka sempat mengadukan berbagai argumen. Namun pasangan itu bukan suami istri. Jadi, tetap kami bawa lantaran dicurigai hendak bertransaksi seks,” kata Hariyanto.

Ada 3 PSK yang berasal dari wilayah luar Kabupaten Probolinggo. yakni dari Madura, Lumajang, hingga Situbondo.

“Sisanya dari sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo,” sebutnya.

Selanjutnya, PSK, mucikari, dan pria hidung belang yang terjaring operasi pekat itu akan lebih dulu didata dan dicek kondisi kesehatannya. Kemudian mereka akan dikembalikan kepada pihak keluarga. Hal itu karena mayoritas PSK yang diamankan itu merupakan pemain baru.

“Akan kami berikan kesempatan untuk dikembalikan kepada pihak keluarga,” kata Hariyanto. (tm/eem)


Bagikan Artikel