Peristiwa

Banjir Lautan Pasir Bromo Viral


SUKAPURA – Kawasan wisata Gunung Bromo sejak beberapa hari terakhir diguyur hujan lebat. Beberapa titik terpantau banjir. Bahkan, lautan pasir pun sempat banjir. Kondisi ini menjadi perbincangan warganet. Padahal, aliran air tersebut hanya bertahan sekitar 1 jam. Meski begitu, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) selaku pengelola kawasan wisata Gunung Bromo mengimbau para pengunjung agar berhati-hati.

Dari pantauan Koran Pantura, banjir yang ramai dibicarakan warganet sendiri berada di sekitar aliran air sementara menuju ke penanjakan 1 Kabupaten Pasuruan. Beberapa warga yang akan melintas harus terhenti karena aliran air sangat deras. “Jadi bukan banjir seperti yang dibicarakan warganet, tapi kalau hujan aliran air akan mengalir ke tempat yang lebih rendah,” jelas salah satu warga setempat, Untung.

Karena ramaianya perbincangan di media sosial, membuat tamu yang akan berkunjung ke Gunung bromo khawatir. Namun, kekhawatiran tersebut langsung dijawab oleh para pelaku wisata dan meyakinkan pengunjung jika di lautan pasir gunung bromo tetap aman.

Sementara itu, Kasi Pengelolaan Wisata Wilayah I Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sarmin mengatakan, curah hujan saat ini berpotensi membuat kawasan-kawasan itu tergenang air dan menyebabkan banjir.

Situasi ini akan membuat struktur hamparan pasir akan lembek. Sehingga membentuk sungai-sungai sementara, terutama di sekitar arah menuju Pakis Bincil. Dengan begitu akan sulit dilalui kendaraan bermotor.

Untuk itu, ia memperingatkan pengunjung Gunung Bromo agar selalu mewaspadai perubahan cuaca. Khususnya pengunjung yang turun ke lautan pasir, Padang Savana dan Bukit Teletubbies. Apalagi terkadang di daerah ini, hujan turun hingga seharian penuh.

“Saat hujan, timbul genangan di beberapa area. Kalau bisa lewat gak masalah, itupun satu atau dua jam kemudian akan surut ketika hujan berhenti. Artinya, itu memang sementara dan hilang, tidak masalah,” kata Sarmin.

Pria asal Malang itu mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi hal tersebut. Dengan menyiagakan beberapa petugas di sejumlah kawasan. Seperti di aliran sungai artesis yang mengalir di lautan pasir.

Antisipasi itu utamanya dilakukan pada pagi hari. Dimana jumlah pengunjung sangat ramai. Sementara pada siang dan sore, pengunjung jarang di lautan pasir. Lebih banyak dilintasi oleh warga setempat.

“Meski begitu, kami sarankan kepada pengunjung maupun penduduk untuk tidak melintas di lautan pasir saat hujan tiba. Khawatir terjebak dan mengalami kesulitan untuk kembali ke pintu masuk. Serta membahayakan jiwa mereka,” ujarnya. (rul/awi)


Bagikan Artikel