Peristiwa

Hilal Gagal Terlihat di Probolinggo, 1 Dzulhijjah Jatuh 1 Juli


PAITON – Tim Rukyatul Hilal dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo tidak melihat hilal untuk penentuan 1 Dzulhijjah. Pemantauan itu dilakukan di obyek wisata Pantai Duta di Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Rabu (29/6).

Tepat berada di bibir pantai, pemantauan hilal dilakukan selama 7 menit. Yakni pada pukul 17.21 hingga 17.28 WIB. Namun, selama 7 menit proses pemantauan itu, hilal tidak terlihat lantaran tertutupi awan mendung.

Ketua Tim Rukyatul Hilal Wawan Ali Suhudi mengungkapkan, pada saat pihaknya melakukan pemantauan, diketahui ketinggian hilal menurut hitungan kurang dari 2 derajat. Yakni 1,52 derajat.

“Setiap derajat itu memiliki waktu 4 menit. Jadi, waktu yang bisa dimungkinkan untuk melakukan rukyah adalah 7 menit 31 detik,” terang Wawan.

Menurutnya, tidak terlihatnya hilal selama pemantauan itu dikarenakan hilal tertutupi oleh awan mendung. Pasalnya, saat tepat di ketinggian 2 derajat awan mendung sudah menutupi hilal.

“Jadi, hilalnya belum terlihat awan mendung sudah lebih dulu menutupi hilal. Karena pada hari ini ketinggian hilal berada di bawah ketinggian 2 derajat,” ungkapnya.

Ia menerangkan, tujuan dari penentuan 1 Dzulhijjah ini akan secara otomatis menetapkan hari raya Idul Adha. Namun keputusan itu akan ditetapkan oleh Kemenag RI, dengan melihat hasil rukyatul hilal yang dilakukan di seluruh daerah.

“Jika tanggal 1 Dzulhijjah ketemu, maka tanggal 10 Dzulhijjah otomatis ketemu. Tetapi penetapan ini akan dilakukan oleh Kemenag RI, kami hanya melaporkan hasil dari rukyatul hilal yang telah kami lakukan,” terang Wawan.

Di sisi lain, Kementerian Agama RI telah menetapkan 1 Dzulhijjah jatuh pada 1 Juli. Penetapan tersebut tentu didasarkan pada rukyatul hilal yang tak hanya dilakukan di Probolinggo. (ar/eem)


Bagikan Artikel