Peristiwa

Lupa Matikan Kompor, Restoran Dilalap Api


PAJARAKAN – Akibat lupa mematikan kompor, sebuah restoran rumah makan cepat saji di desa Sukokerto kecamatan Pajarakan terbakar pada Rabu (25/5) dini hari. Akibat kebakaran itu, sebagian bangunan restoran berupa rumah toko (ruko) itu hangus terbakar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, peristiwa kebakaran itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 01.43 dini hari. Saat itu warga yang tengah berada disekitar tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni di RT03 RW04 blok Kancoan. Mendengar adanya suara gemuruh dari dalam bangunan ruko.

Setelah dicek asal suara itu ternyata berasal dari dalam ruko yang dijadikan usaha rumah makan cepat saji yakni ACP Chicken – Angkringan Cak Alfin. Saksi tak bisa melihat langsung asal muasal dari suara gemuruh itu. Dikarenakan kondisi ruko yang terkunci rapat oleh pintu besi.

Akhirnya warga berinisiatif untuk melaporkannya kepada pihak kepolisian. Tak berapa lama anggota polisi dari Polsek Pajarakan yang tiba di lokasi kejadian. Melihat adanya kepulan asap keluar dari dalam ruko dan curiga bahwa hal itu merupakan kebakaran. Dengan sigap polisi langsung menelpon unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Probolingo.

“Setelah memastikan bahwa peristiwa itu merupakan kebakaran. Anggota kami langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran yang pada akhirnya secara bersama-sama membuka paksa pintu ruko yang terkunci,” ungkap Kapolsek Pajarakan Iptu Eko Purwadi, Rabu (25/5).

Dijelaskannya setelah pintu ruko berhasil dibuka, petugas dari damkar Kabupaten Probolinggo langsung melakukan pemadaman api. Beruntung kebkaran itu dapat segera diketahui, pasalnya kondisi ruko yang terbakar merupakan Kawasan yang cukup padat pemukiman.

“Terima kasih kepada warga yang dengan sigap, segera melaporkan adanya hal-hal yang berpotensi menjadikan gangguan kamtibmas seperti peristiwa kebakaran ini,” jelasnya.

Sementara itu, Komandan regu timur Damkar Kabupaten Probolinggo Priyo Yulianto mengatakan bahwa kebakaran yang terjadi di rumah makan cepat saji yang sekaligus dijadikan usaha angkringan itu. Murni diakibatkan oleh faktor kelalaian dari pemilik atau karyawan yang sebelumnya berada di dapur rumah makan tersebut.

“Keterangan dari pemilik usaha yakni pak Eko, menyebutkan bahwa memang ada faktor kelalaian yang mengakibatkan kebakaran itu. Yakni yang bertugas di dapur lupa untuk mematikan kompor sebelum rumah makan tutup,” ujarnya.

Hal itu pun dikuatkan oleh bagian bangunan yang terbakar masih berkutat disekitar ruang dapur. Namun untuk lebih pastinya pihaknya juga akan menunggu hasil olah TKP dari tim Inafis Polres Probolinggo.

“Untuk pastinya terkait penyebab kebakaran, supaya pihak kepolisian saja yang menyampaikan,” pungkasnya singkat.

Adapun akibat peristiwa kebakaran itu, dipastikan pemilik usaha merugi hingga puluhan juta. Meski si jago merah tak sampai meratakan ruko tersebut. Namun kebakaran telah menghanguskan seluruh isi dapur dan sebagian meja dan kursi yang ada didalam rumah makan da angkringan tersebut. Ditaksir kerugian mencapai Rp 50 juta. (tm/ra)


Bagikan Artikel