Bencana Alam

Diduga Liquifaksi Kantor Desa Ambruk


KOTAANYAR – Kejadian bencana alam yang membuat penasaran terjadi di wilayah Kotaanyar. Pasalnya, usai diguyur hujan lebat, atap Kantor Desa Tambak Ukir Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo ambruk.

Ambruknya atap kantor desa itu terjadi pada Sabtu 21 Mei 2022 sekitar pukul 08.00 WIB. Jebolnya atap kantor desa tersebut terjadi usai daerah tersebut diguyur hujan yang sangat deras.

Tidak menyebabkan korban jiwa Sebab, aktifitas pelayanan kantor tutup karena pada Sabtu memang memang sedang libur.

Menurut Akhmad salah satu kolega kepala desa setempat, hal yang mengundang penasaran, hujannya terjadi Jumat malam sampai Sabtu dinihari. Namun hujan reda setelah waktu subuh.

Kemudian tidak disangka-sangka, pada paginya atap kantor desa ambruk. Maka langsung tersebar dugaan di masyarakat bahwa terjadi liquifaksi atau tanah bergeser (liquifaksi).

Sementara itu, Kepala Desa Tambak Ukir Moh. Tarsan mengatakan dirinya mempunyai firasat bahaya sebelum ada kejadian. Dia khawatir atap kantor desanya akan ambruk, sebab kayu penyangga atap sudah lapuk.

Akhirnya dari situ, Kades bersama perangkat desa berinisiatif memindahkan aset-aset kantor mulai dari kursi, lemari, berkas dan komputer milik desa.

Barang-barang itu dipindah untuk sementara ke rumah Kades Tarsan sambil menunggu adanya renovasi lebih lanjut.

“Alhamdulilah, sudah kami pindah dulu jauh-jauh hari sebelumnya,” katanya.

Menurut Tarsan, sepengetahuan dirinya, kantor desa itu dibangun pada 2017 lalu.

Ketika itu dirinya masih belum menjabat kepala desa. Seiring berjalannya waktu, kayu penyangga yang disebutkan menggunakan kayu sukun dan kayu jaran mulai lapuk.

“Apalagi hujan yang deras mulai Jumat hingga malam,” jelasnya.

Tarsan berharap pemerintah diatasnya bisa memberikan support pembangunan atau renovasi kantor desa tersebut.

Sehingga pelayanan bisa kembali dilakukan di kantor desa. Sebab saat ini anggaran dana desa terpotong oleh bantuan BLT DD yang pastinya tidak bisa digunakan untuk pembangunan.

Dia membenarkan setelah ditelaah ada keadaan tanah bergerak dan bahkan longsor. “Longsor terjadi di Dusun Kayudara RT08 RW05, Dusun Alaskembang RT07 RW 04. Lalu akibat tanah bergerak kantor desa di Dusun Tegalan ambruk,” katanya. Tidak menimbulkan korban jiwa hanya kerugian material.

Sementara itu, Permohonan Tarsan dijawab Pemkab Probolinggo, dengan menurunkan perwakilan datang memantau TKP. Mereka adalah Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kadis PMD dan perwakilan BPBD Kabupaten yang datang menindaklanjuti laporan Keadaan darurat di Desa Tambakukir.

Menurut Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto, dirinya sudah menerima laporan dari kepala desa setempat. Juga diperkuat dari pernyataan unsur Forkopimka Kotaanyar.

“Kejadian ini merupakan bencana alam, namun tidak ada korban jiwa. Kerugian hanya materi yakni ambruknya kantor desa,” ujar Heri. Dia menambahkan, sudah mencatat semua data yang diperlukan, untuk kemudian dilaporkan dan diajukan bantuan perbaikan.

Dia juga menjelaskan bahwa BPBD Kabupaten Probolinggo akan menaruh atensi lebih tinggi untuk wilayah Tambak Ukir dan sekitarnya agar bisa mencegah longsor susulan. (ra/eem)


Bagikan Artikel