Peristiwa

Saling Ejek Berujung “Carok”


DRINGU – Warga desa Randuputih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo digegerkan dengan adanya kasus carok diantara dua pemuda desanya. Penyebabnya pun sepele karena saling ejek via pesan singkat Whatsapp.

Informasi yang dihimpun Koran Pantura, Kasus carok itu terjadi pada Selasa (22/3) dini hari sekitar pukul 23.30 WIB. Tepatnya di teras depan rumah milik salah satu warga dusun Krajan RT/05 RW/02 Desa Randuputih Kecamatan Dringu.

Paur Humas Polres Probolinggo Bripka Muhtar Yuliharto mengungkapkan, kasus tersebut bermula ketika korban pembacokan yakni Moh. Bobul Poyyan (22) yang merupakan keponakan dari mantan Kepala Desa Randuputih Sukandar terlibat perselisihan yang berujung saling ejek via layanan pesan singkat Whatsapp dengan Solu Hartono (22).

“Akibat saling ejek itu, keduanya pun bersepakat untuk bertemu dan berduel atau carok malam itu juga,” ungkapnya, Rabu (23/3).

Namun, Solu yang sudah terlanjur tersulut emosinya. Lantas langsung berjalan kaki menuju ke rumah Bobul yang letaknya tak jauh dari rumah Solu. Sesampainya ditujuan, Solu dan Bobul pun langsung terlibat cek-cok. Hingga pada akhirnya Solu pun langsung mengeluarkan celurit yang dibawanya dan langsung membacok Bobul secara membabi buta.

“Akibat sabetan celurit itu, korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam pada bagian kepala samping kiri diatas telinga, kepala bagian atas, Lengan Tangan kanan, Lengan Tangan Kiri, dan Kaki bagian lutut sebelah kanan,” sebut Bripka Muhtar.

Diterangkannya, usai melakukan pembacokan pelaku pun langsung kabur dan membiarkan korbannya terkapar. Oleh pihak keluarga dan warga akhirnya Bobul pun langsung dilarikan kerumah sakit umum Wonolangan. Namun karena lukanya yang cukup parah, akhirnya korban dirujuk ke RS dr. Mohammad Saleh Kota Probolinggo.

“Korban langsung mendapatkan penanganan medis dan nyawanya terselamatkan,” terangnya.

Terpisah, Kapolsek Dringu AKP Muhammad Dugel menyampaikan bahwa pelaku pembacokan kini telah diamankan di sel tahanan Kapolsek Dringu. Pelaku ditangkap dua jam setelah kejadian di rumahnya. Saat dilakukan penangkapan pelaku tidak melakukan perlawanan, namun sempat menyembunyikan barang bukti berupa celurit yang dipakainya membacok korban.

“Tak sampai dua jam pelaku berhasil kami amankan dirumahnya tanpa perlawanan. Adapun pelaku diancam dengan pasal 351 KUHP dengan ancaman penjara paling lama lima tahun delapan bulan,” pungkasnya. (tm/ra)


Bagikan Artikel