Peristiwa

Wanita Renta Ditemukan Tewas di Sungai


PAKUNIRAN – Sungguh nahas nasib Satriyem (87), warga Dusun Krajan, Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Wanita lanjut usia (lansia) itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di aliran sungai Pancarglagas di Desa Patemon Kulon, Kecamatan Pakuniran. Korban ditemukan dalam posisi tengkurap, Rabu (23/3) siang.

Muhammad, seorang warga Desa Patemon Kulon yang membantu melakukan evakuasi terhadap korban, menduga korban merupakan warga sekitar. Pasalnya, ketika diangkat dari sungai, kepala korban masih mengeluarkan darah segar.

“Dugaan saya orang ini baru saja terseret sungai, karena masih masih ada darah yang keluar,” katanya.

Terkait adanya temuan mayat tersebut, Kanit Reskrim Polsek Pakuniran Aipda Adi Perdana mengatakan, pertama kali pihaknya mendapatkan informasi tersebut sekitar pukul 12.30. Setelah itu, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi korban.

Hingga korban telah dievakuasi ke Puskesmas terdekat, pihaknya sama sekali belum mendapatkan informasi ataupun laporan adanya warga yang kehilangan anggota keluarganya. Sehingga pihaknya berinisiatif untuk membawa korban ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk dilakukan otopsi.

“Karena identitas korban belum diketahui selama evakuasi itu, akhirnya kami analogikan korban ini sebagai Mrs. X, dan kami bawa ke RSUD,” kata Aipda Adi.

Namun ketika korban sudah berada di kamar mayat RSUD Waluyo Jati, pihaknya mendapatkan informasi ada warga yang mengaku anggota keluarga dari korban. Setelah dicocokkan ciri-cirinya, warga tersebut menyatakan bahwa korban adalah anggota keluarganya.

“Selanjutnya untuk melakukan otopsi, kami menunggu keputusan dari pihak keluarga. Namun, dugaan sementara korban ini terpeleset ketika menyeberangi sungai saat hendak pulang paska berkunjung ke rumah anaknya,” paparnya.

Sementara itu, Ahmad Hori (60), keponakan korban menerangkan, sekitar pukul 08.00, bibinya itu keluar rumah untuk mengunjungi salah seorang anaknya yang berada di Dusun Gabus, Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran. Untuk menuju ke sana, korban memang harus menyeberangi sungai. Hingga siang hari, bibinya tak kunjung pulang.

“Bilangnya memang mau ke rumah anaknya di Gabus, tapi tumben kali ini sampai siang belum pulang,” ujarnya.

Sekitar pukul 13.00, Hori mendapatkan informasi dari salah seorang tetangganya tentang penemuan seorang mayat wanita renta di sungai Pancarglagas di Desa Patemon Kulon. Hori langsung menghubungi anak korban yang berada di Dusun Gabus tersebut.

“Saat saya telpon anaknya yang di Gabus itu, bilangnya ibunya sudah pulang sekitar pukul 10 tadi. Makanya saya cek korban yang hanyut ini, ternyata benar itu bibi saya,” terang Hori. (ay/eem)


Bagikan Artikel