Peristiwa

Gagal jadi Kades, Eks Cakades Karanganyar Ditemukan Tewas Gantung Diri


BANTARAN – Salah satu calon kepala desa (cakades) di Desa Karanganyar, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo ditemukan tewas gantung diri, Jumat (18/3) siang. Korban yang bernama Amar (60) itu diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi setelah kalah dalam Pilkades serentak pada pertengahan Februari lalu.

Kapolsek Bantaran AKP Sugeng Harianto mengungkapkan, kasus gantung diri itu pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar pukul 11.30 WIB siang. Setelah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban yang berada di Dusun Macan RT/RW 001/001 Desa Karanganyar itu, anggotanya langsung mengevakuasi jenazah korban dan melakukan olah TKP yang berada tepat di kandang belakang rumah.

“Benar, memang ada kasus gantung diri di Desa Karanganyar Kecamatan Bantaran. Korbannya atas nama Amar yang merupakan salah seorang Cakades setempat,” ungkapnya, Jumat (18/3).

Pada saat mendatangi TKP, kondisi korban sudah tewas tergantung di plafon kandang belakang rumahnya. Korban tewas tergantung dengan lilitan tali sepanjang kurang lebih 2 meter. Bahkan di leher korban juga ditemukan handuk bewarna putih yang diduga juga dipakai korban untuk menjerat lehernya sendiri.

“Korban pertama kali ditemukan tergantung oleh anak korban. Saat itu anak korban hendak ke dapur yang letaknya ada di dekat kandang belakang rumah. Lantaran kaget lantas anak korban langsung berteriak dan meminta tolong tetangganya,” terang AKP Sugeng.

Oleh warga, kasus gantung diri itu disampaikan pada perangkat desa. Kemudian laporan tersebut oleh perangkat desa disampaikan pada petugas piket Polsek Bantaran yang bertugas. Selanjutnya bersama-sama warga polisi dan perangkat desa langsung mengevakuasi jenasah korban.

“Setelah dilakukan pemeriksaan luar terhadap kondisi jenasah korban, dipastikan korban meninggal murni karena gantung diri. Dibuktikan dengan sejumlah ciri fisik dari korban gantung diri,” ujarnya.

Adapun ciri fisik atau tanda dari korban meninggal dunia, disebutkan AKP Sugeng yakni lidah korban menjulur keluar sedikit, lebam bekas jeratan tali pada leher, kemaluan mengeluarkan kotoran dan mengeluarkan sedikit cairan bening.

“Atas dasar itu kemudian keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Karena mereka sudah yakin korban meninggal karena bunuh diri,” sebutnya.

Perlu diketahui, korban dalam Pilkades serentak pada pertengahan bulan Februari lalu maju sebagai salah satu dari 3 Cakades yang maju dalam pesta demokrasi tingkat desa itu. Namun, Amar yang sebelumnya juga pernah terpilih sebagai Kepala Desa Karanganyar itu, ternyata hanya mampu meraup sekitar 99 suara atau paling sedikit dibanding 2 Cakades lainnya. Yakni Sudi dan Jakarta Maradian. (tm/eem)


Bagikan Artikel