Peristiwa

Tewas Gantung Diri di Kandang Sapi


KRAKSAAN – Solehudin, pria asal Dusun Calok Elang, RT/RW 001/003 Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo mengakhiri hayatnya dengan cara tragis. Ia ditemukan oleh istrinya dalam kondisi tak bernyawa. Solehuddin tewas setelah gantung diri di kandang sapi miliknya, Kamis (3/3) malam.

Dari informasi yang dihimpun Koran Pantura di lokasi kejadian, peristiwa ironis itu diduga terjadi sekitar pukul 20.30. Budi Atini, istri dari Soleh, menemukan tubuh suaminya dalam kondisi tergantung dan sudah tidak bernyawa.

Saat pihak kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Budi Atini mengaku tidak tahu jika suaminya nekat gantung diri di kandang sapi yang berada di sebelah selatan rumahnya.

“Saya juga tidak tahu. Biasanya sehari-hari di sini (TKP, red) tidak ada tali seperti ini,” ungkap Budi Atini kepada pihak kepolisian.

Hafid, warga Desa Asembagus mengatakan, Soleh menggunakan tali untuk menggantung dirinya di kandangnya tersebut.

“Gantungnya pakai tali, sekitar pukul 20.30. Kalau penyebabnya kami juga tidak mengetahui. Sekarang masih ada polisi di dalam rumahnya,” terangnya.

Sementara itu, anggota Polsek Kraksaan Bripka Mujiono mengatakan, pihaknya mengetahui kejadian tersebut setelah adanya laporan dari pemerintah desa setempat. Setalah itu, pihaknya langsung menuju TKP dan mendapati adanya kejadian bunuh diri.

“Setelah sampai di TKP memang sudah banyak warga di sini. Kondisi mayat yang semula tergantung sudah dipindah oleh istrinya sebelum kami datang. Pertama kali memang ditemukan istrinya di dalam kandang samping rumahnya,” terangnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihaknya tidak menemukan adanya bekas kekerasan di tubuh korban. Menurutnya, pihak keluarga menerima dan tidak berkenan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

“Pihak keluarga sudah menerima dengan membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi. Barang bukti tali berwarna biru yang diduga dipakai korban untuk bunuh diri juga sudah kami amankan,” ungkap Bripka Mujiono. (ar/eem)


Bagikan Artikel