Peristiwa

Banjir Rendam Belasan Desa dan Picu Kebakaran


DRINGU – Bencana banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo, Rabu (02/03). Setidaknya ada ribuan rumah warga di 12 desa di 4 kecamatan berbeda yang terdampak banjir. Bahkan di Desa Kedungdalem Kecamatan Dringu, banjir menyebabkan kepanikan dan memicu kebakaran rumah.

Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Probolinggo mencatat, desa yang terendam banjir meliputi Desa Tambakrejo, Bayeman dan Sumendi di Kecamatan Tongas. Berikutnya Desa Sumberbendo, Ambulu, Lemahkembar dan Banjarsari di Kecamatan Sumberasih.
Lima desa lain yakni Desa Kedungdalem dan Dringu di Kecamatan Dringu, serta Desa Leces, Tigasan, dan Sumberkedawung di Kecamatan Leces.

Belasan desa yang tersapu banjir berada di 3 aliran sungai berbeda. Namun berada pada wilayah yang sama. Yakni berada sekitaran kaki pegunungan Bromo.

“Satu jalur, kecuali (Desa) Tambakrejo. Kalau yang Leces jalurnya juga beda,” ungkap Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Probolinggo Aries Setyawan.

Banjir kali ini diakibatkan tingginya curah hujan di sekitar wilayah selatan Kabupaten Probolinggo yang notabene merupakan daerah pegunungan dan menjadi daerah hulu sungai.

“Hujan deras selama beberapa jam di wilayah atas (Pegunungan, red) pada Rabu siang, membuat sejumlah aliran sungai meningkat debitnya hingga meluap dan merendam pemukiman warga,” terangnya.

Darmi (35), seorang warga Desa Kedungdalem Kecamatan Dringu mengatakan, banjir mulai masuk ke rumahnya saat petang. Ia sudah memprediksi datangnya banjir sejak Rabu sore. Pasalnya saat itu debit sungai Kedunggaleng sudah mulai menunjukkan peningkatan drastis.

“Karena debit air sungai sudah naik drastis, akhirnya kami langsung mengevakuasi barang berharga kami ke atas lemari. Tujuannya agar ketika banjir datang, barang berharga kami sudah aman dan tidak terendam banjir,” katanya.

Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Kedungdalem Budi Iwantoro mengatakan, banjir juha memicu peristiwa kebakaran yang terjadi di wilayahnya. Kebakaran itu menimpa rumah milik Sulika, warga Dusun Satriyan. Berdasarkan keterangan pemilik rumah dan warga, kebakaran itu dipicu akibat terjadinya hubungan arus pendek listrik pada salah satu sudut rumah.

“Tadi warga sudah bergotong royong melakukan pemadaman api,” kata Budi singkat. (tm/eem)


Bagikan Artikel