Peristiwa

Disegel Pemilik Lahan, PAUD di Maron Kidul Akhirnya Dibuka


MARON – Sengketa antara pemilik lahan dan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo berakhir damai. Kedua belah pihak berhasil dimediasi oleh pemerintah desa setempat. Keduanya telah mencapai kata sepakat untuk membuka segel sekolah yang terlanjur terpasang.

Dari pantauan Koran Pantura, segel dibuka oleh dua perangkat Desa Maron Kidul seusai mediasi dilakukan oleh pihak desa, Senin (21/2) siang. Keduanya langsung membongkar palang bambu yang dipakai oleh Munawi, si pemilik lahan untuk menutup pintu ruang kelas.

Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Maron Kidul Sugianto mengungkapkan, permasalahan penyegelan PAUD Cerdik Cerdas dan TK PKK Tunas Harapan I yang ada di wilayahnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Pihaknya menggelar mediasi di Kantor Desa Maron Kidul.

“Inti permasalahannya hanya miss komunikasi. Pemilik lahan merasa tersinggung karena merasa tidak dihargai sebagai pemberi lahan. Namun masalah ini sudah kami selesaikan dan kedua belah pihak sudah sama-sama saling menyadari,” ungkapnya usai proses mediasi.

Sugianto mengatakan, kegiatan belajar mengajar di TK dan PAUD sudah bisa dimulai terhitung Selasa (22/2). Terlebih palang bambu yang dipakai menutup akses masuk ruang kelas sudah dibuka oleh perangkat desanya.

“Besok (Selasa) sudah bisa dimulai kegiatan belajar mengajarnya. Anak-anak sudah bisa masuk sekolah lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Supiyati Ningsih selaku Kepala Sekolah TK PKK Tunas Harapan I mengaku bersyukur permasalahan penyegelan sekolahnya sudah berhasil terselesaikan. Menurutnya permasalahan miss komunikasi ini akan diperbaikinya dan ke depan tidak akan terulang kembali.

“Kami ambil hikmah dari permasalahan ini. Ke depan kami akan lebih baik lagi dalam menghadapi orang-orang di sekitar kami,” ujarnya.

Menurutnya, pasca dibukanya segel yang menutup ruang kelas di sekolahnya, secara otomatis kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh para guru akan dimulai esok harinya.

“Kami sudah sampaikan kepada para wali murid kalau kegiatan belajar mengajar akan kembali dimulai esok hari. Semoga permasalahan ini tidak terulang kembali dan hal ini telah jadi bahan evaluasi kami ke depannya,” ungkap Supiyati. (tm/eem)


Bagikan Artikel