Peristiwa

Bagas Prambudi, Satpam yang Kalahkan 7 Begal


PROBOLINGGO – Kawanan begal beraksi di Taman Maramis, Kanigaran Kota Probolinggo, Rabu (16/2) dini hari. Seorang pengendara motor yang dihadang ialah Bagas Prambudi. Kali ini kawanan begal dibikin tak berkutik oleh Bagas yang merupakan seorang satpam. 

Aksi begal kemballi terjadi di Kota Probolinggo. Kali ini, sekomplotan begal beroperasi di Taman Maramis, Kanigaran. Untungnya, tujuh begal itu tak berhasil mengalahkan korbannya, yakni Bagas Prambudi (27), warga Jl Tambora Kelurahan/Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Kejadian itu terjadi pada Rabu (16/2) sekira pukul 00.00 WIB. Tak ada luka serius yang dialaminya Bagas. Sedangkan 1 dari 7 orang pelaku terkena bogem mentah Bagas.

Bagas sehari-harinya bekerja sebagai satpam di CV Batu Jajar yang terletak di Jalan Brantas, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan. Saat ditemui di tempat kerjanya, Kamis (17/2) sekitar pukul 13.00 WIB, Bagas terlihat gagah dengan pakai satpamnya.

Ia membenarkan bahwa dirinya melawan 7 orang pelaku begal yang menghadangnya di jalan Taman Maramis. Saat itu ia mengendarai motor Yamaha Byson nopol AG 2155 ECB dan hendak pulang menuju rumahnya. Sebelumnya, ia latihan silat di Kelurahan Mangunharjo. Bagas merupakan pesilat dari perguruan PSHT.

Saat mengendarai motor di jalan Taman Maramis dari arah utara ke selatan, laju kendaraannya tiba-tiba diberhentikan oleh komplotan pelaku. Di lokasi yang minim penerangan dan sepi itu, pelaku meminta Bagas untuk menyerahkan sejumlah uang dan motornya. Namun, ia menolaknya.

Para pelaku kemudian mengelilingi Bagas yang masih berada di atas motornya. Dari pengamatannya, para pelaku seperti sedang mabuk miras. Tak lama kemudian, satu orang pelaku memukul tubuh bagian belakang Bagas menggunakan balok kayu. Untungnya terkena pada helm bagas.  “Karena itu, saya melepas helm dan langsung melawannya,” ucapnya.

Bagas pun fokus melawan satu pelaku yang memukulnya. Hingga akhirnya, ia berhasil mendekap pelaku yang memiliki ciri badan tinggi, berkulit hitam dan membawa motor matik protolan. “Saya pegang satu orang ini, dan enam orang lainnya kabur ke arah utara,” katanya.

Semula, Bagas berencana akan membawa satu pelaku tersebut ke Polsek Kademangan. Tapi tak lama kemudian, 6 orang kembali datang dan hendak mengeroyok dirinya. “Akhirnya saya lepas,” ujarnya.

Ia berharap, agar aksi kriminalitas seperti yang dialaminya tidak terulang kembali. Ia juga berharap agar kepolisian dapat mengontrol lokasi-lokasi yang berpotensi terjadinya tindak kriminal. “Khawatir menimpa ibu-ibu,” tandasnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel