Peristiwa

Bromo Hujan Deras, Tiga Desa Kebanjiran


DRINGU – Hujan deras terjadi selama berjam-jam di wilayah lereng gunung Bromo, Minggu (6/2). Ini membuat aliran sungai utama seperti sungai Kedunggaleng di kecamatan Dringu dan sungai Laweyan di kecamatan Tongas meluap dan merendam ratusan rumah.


Desa Tanjungrejo Kecamatan Tongas,  Desa Kedungdalem dan Dringu di kecamatan Dringu adalah tiga nama desa yang terdampak luapan banjir. Terutama banjir kiriman dari wilayah hulu sungai Kedunggaleng dan Laweyan yang ada di wilayah kecamatan Sumber, Kuripan, dan Bantaran.

Kasun Satreyan mengalami kram dan dievakuasi oli tim relawan Banser Satkoryon Dringu


Saking derasnya hujan yang terjadi di wilayah hulu sungai itu, ketinggian debit air sungai Kedunggaleng naik dengan cepat. Bahkan ketinggiannya di atas 300 Cm diukur di pintu air Dam Kalimas. Hal itu lantas membuat banjir meluap dengan cepat ke wilayah pemukiman warga disepanjang daerah aliran sungai Kedunggaleng, utamanya di 2 desa di kecamatan Dringu.


Tercatat hanya dalam kurun waktu tiga jam pasca guyuran hujan di wilayah hulu yang terjadi sejak pukul 12.00 siang, debit air sungai Kedunggaleng naik drastis dan langsung masuk ke rumah warga diwilayah kecamatan Dringu sekitar pukul 19.00 petang. 


Derasnya banjir langsung menerjang masuk kedalam rumah-rumah warga. Namun beruntung sebelum banjir tersebut datang, woro-woro peringatan soal akan datangnya banjir sudah disiarkan dimasjid-masjid yang ada di keempat desa tersebut. Sehingga warga masih sempat untuk mengevakuasi barang berharganya ketempat yang lebih tinggi, serta menyiapkan tangkis di pagar dan pintu rumah masing-masing.


Namun, hal itu sia-sia lantaran ketinggian sungai diluar prediksi mereka. Banjir yang datang ketinggiannya lebih dari yang biasanya. Ditambah tak kunjung dilakukannya perbaikan terhadap sejumlah tanggul yang jebol sebelumnya. Alhasil, luberan banjir bercampur lumpur pekat pun kembali merendam rumah dan jalan-jalan disekitar wilayah di 2 desa di kecamatan Dringu. 


“Biasanya tidak setinggi ini.  Sia-sia saja kerja bakti membersihkan lumpur di dalam rumah. Ternyata tangkisnya dilewati,” kata Sugeng (48) salah seorang warga Dusun Satreyan,  Desa Kedungdalem,  kemarin.Dijelaskan, kedatangan banjir kali ini. Lebih parah dari banjir yang terjadi sebelumnya. Banjir kali ini air sampai masuk ke dalam rumah warga. “Semoga kedepannya tidak lebih parah dari ini lagi. Apalagi sama dengan yang terjadi tahun lalu,” ujarnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel