Peristiwa

Tembok Tengah Jalan Dibongkar Walikota Probolinggo


PROBOLINGGO – Drama pembangunan tembok pembatas di dua RT Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan berakhir. Itu setelah Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin secara simbolis membongkar langsung tembok tersebut, Senin (24/1).

Tembok pembatas itu sudah berdiri sekitar sebulan setengah, atau sejak 9 Desember 2021 silam. Setelah dibongkar, warga dua Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo akhirnya terbebas.

Dalam acara pembongkaran kemarin, Muspika Mayangan dibantu warga sekitar menghancurkan tembok sepanjang 4 meter dan tinggi 1,5 meter di Jalan Serma Abdurrahman, Gang Kusuma Bhakti, Mangunharjo.

Pembongkaran diawali Walikota Hadi Zainal Abidin. Ia memukul tembok dengan sebuah palu besi. Dilanjutkan dengan pembongkaran oleh jajaran Muspika Mayangan, Kodim 0821 Probolinggo dan warga sekitar.

Tampak sejumlah anggota Polsek Mayangan, Kodim 0821 Probolinggo, dan Plt Camat Mayangan M. Abbas bergotong-rotong merobohkan tembok. Dalam waktu sekitar setengah jam tembok tersebut rata dengan tanah. Petugas juga mendongkel “polisi tidur” yang terletak di samping tembok tersebut.

“Alhamdulillah, akhir tembok pembatas ini bisa dibongkar bersama-sama. Syukurlah perselisihan sejumlah warga dua RT akhirnya bisa diselesaikan dengan damai dan musyawarah,” katanya.

Walikota Hadi berharap, ke depan tidak ada lagi konflik antar warga gara-gara buangan air hujan. “Paling tidak kejadian ini harus diambil hikmahnya dan saling memaafkan,” katanya.

Sementara Plt Camat Mayangan M. Abbas mengatakan, kedua belah pihak sudah berdamai sehingga tembok bisa dibongkar. Soal tuntutan warga di RT 2 dan RT 3/RW 6, Mangunharjo, camat mengatakan sudah dimasukkan ke Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang).

Dikatakan warga dua RT yang berselisih soal buangan air hujan akan mendapatkan solusi dengan akan dibangunnya saluran drainase di Gang Kusuma Bhakti pada awal 2022 ini. “Sehingga warga di perumahan dan di kampung sama-sama bebas banjir,” kata Camat.

Ainun, warga setempat mengaku, bersyukur karena konflik antar warga bisa berakhir damai. “Sehingga warga yang terkungkung tembok akhirnya bisa bebas setelah tembok dibongkar. Yang paling penting warga dua RT sudah berdamai,” katanya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel