Peristiwa

Pasca Banjir, Warga Gotong Royong Bangun Jembatan


PROBOLINGGO – Sejak Rabu (19/1) pagi, warga Desa Gunggungan Kidul, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo mendatangi lokasi jembatan yang roboh di Dusun Pancor Utara. Tak hanya warga Dusun setempat, puluhan warga dari dusun lainnya juga turut berdatangan. Tujuan mereka adalah untuk membuat jembatan alternatif.

Dengan memanfaatkan batu sungai yang terbawa arus banjir bandang pada Senin (17/1) lalu, mereka menyusun batu-batu tersebut hingga rapi agar bisa menjadi jalur alternatif. Semakin siang, sejumlah warga lainnya turut berdatangan. Tak hanya datang dengan tangan kosong, mereka juga membawa beberapa alat dari rumahnya masing-masing untuk mengangkat batu yang cukup besar seperti linggis.

Tak sampai 1 jam, gotong-royong yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut sudah mampu membentuk seperempat jembatan. Bahkan, beberapa saat kemudian, aliran sungai yang dibentuk oleh banjir bandang lalu sudah berhasil ditutup warga.

“Ini kesadaran warga sendiri yang datang, tidak ada yang mengomandoi, karena memang warga sini sangat membutuhkan jalur alternatif,” kata Ahmad Ruba’i, seorang tokoh masyarakat setempat, Rabu (19/1).

Tanpa mendapatkan bayaran dan tanpa mengenal lelah, warga setempat terus berupaya menyelesaikan pengerjaan jembatan tersebut. Padahal batu yang harus diangkat untuk dijadikan jembatan itu tidaklah mudah.

“Yang namanya batu pasti berat, tapi tetap kami susun, yang besar kami tempatkan di bawah, yang kecil kami taruh di atas, biar gampang untuk meratakannya,” ujarnya.

Tak hanya kaum pria, para wanita di desa setempat juga aktif membantu aktivitas kerja bakti membangun jembatan alternatif tersebut. Mereka mengirim sejumlah minuman dengan aneka ragam rasa bagi para pria yang bekerja bakti tersebut.

“Alhamdulillah ada yang mengirim minuman, jadi tidak perlu pulang kalau haus,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan, jembatan tersebut sangatlah penting untuk segera dibentuk. Pasalnya saat ini warga yang ada di 4 dusun di desa setempat, mulai dari Dusun Pancor Selatan, Pancor Tengah, Pancor Utara, dan Dawuhan tidak bisa lagi beraktivitas dengan normal. Bahkan, sejumlah warga yang mata pencahariannya berada di daerah bawah, terpaksa harus memikul kendaraannya menyeberangi sungai.

Ruba’i pun berharap pemerintah bisa segera membantu warga setempat untuk membantu menyelesaikan pembuatan jembatan alternatif tersebut sebelum dibangun jembatan permanen.

“Tadi pagi ada sebagian warga yang sampai motornya itu dipikul biar bisa bekerja,” terangnya. (ay/eem)


Bagikan Artikel