Peristiwa

Akibat Banjir Bandang, Ribuan Warga Pakuniran Terisolir


PROBOLINGGOKabupaten Probolinggo kembali diterjang bencana banjir. Kali ini banjir melanda Kecamatan Pakuniran. Selain ada satu warga yang jadi korban tewas, ada ribuan warga terisolir.

Banjir bandang yang melanda Desa Gunggungan Kidul, Kecamatan Pakuniran pada Senin (17/1) sore membuat warga yang berada di 4 dusun di desa setempat terisolir. Pasalnya, 2 jembatan yang menjadi akses jalan untuk keluar dari 4 dusun tersebut terputus.

Fathur Rozi (29), salah seorang warga setempat mengatakan, dari 4 dusun tersebut, setidaknya terdapat 1.500 warga yang bermukim. Kini, untuk sementara waktu, ribuan warga tersebut tidak bisa lagi bebas keluar masuk dari daerahnya masing-masing.

“Jangankan mobil, motor saja tidak bisa melintas. Tidak bisa keluaran, kalau memang mau keluar harus jalan kaki nyeberang sungainya,” kata Rozi, Selasa (18/1).

Ia melanjutkan, dampak dari musibah tersebut tentunya akan berdampak pada roda perekonomian warga setempat. Pasalnya, sebagian besar warga setempat sangat mengandalkan hasil bumi setempat untuk dijual ke daerah dataran rendah.

“Karena daerah gunung, warga sini penghasilannya dari hasil bumi, seperti pinang, kelapa, dan durian. Tapi sekarang yang mau jual ke daerah bawah, yang mau dibawa ke pasar tidak bisa, jembatannya putus,” terangnya.

Ia menjelaskan, meski masih bisa menyeberangi sungai dengan cara jalan kaki, hal tersebut menurutnya tidak menjamin warga akan terhindar dari bahaya. Ia mengkhawatirkan, jika sewaktu-waktu terjadi hujan deras kembali yang menyebabkan debet air sungai kembali naik.

“Saat ini mungkin masih bisa jalan kaki nyeberangnya, termauk saya, tapi kalau terjadi hujan deras lagi, kan sudah tidak bisa lewat,” terangnya.

Rozi pun berharap, kondisi tersebut bisa segera mendapatkan penanganan dari pemerintah setempat. Sehingga warga dari 4 dusun tersebut tidak lagi terisolir. “Yang namanya terisolasi tidak enak, ekonomi tidak normal. Kalau tidak segera ditangani, pendapatan kami untuk mencari rezeki dari mana,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Pakuniran Imron Rosyadi mengatakan, untuk menangani ribuan warga yang terisolir tersebut, pihaknya akan melakukan assesmen terhadap kerusakan yang disebabkan oleh banjir tersebut. “Kami akan melakukan assesmen untuk kerusakan yang terjadi, utamanya jembatan. Karena itu akses utama warga dari 4 dusun tersebut,” ujarnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel