Peristiwa

Listrik Padam Semalaman, Kecamatan Besuk Gelap Gulita


PROBOLINGGO – Peristiwa listrik padam terjadi hampir di seluruh desa di Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo sejak Senin (10/1) malam hingga Selasa (11/1) pagi. Artinya, selama semalam penuh tidak ada penerangan dari listrik Perusahaan Listrik Nasional (PLN) di area kecamatan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Rayon Kraksaan Hendy Pranata mengatakan, listrik padam terjadi karena ada petir menyambar salah satu travo milik PLN di area Besuk. Kerusakan akibat sambaran petir tersebut membuat pasokan listrik ke area Besuk terganggu.

“Kemarin (Senin, red) itu hujannya deras dan disertai petir. Ini kami yakini karena sambaran petir ke travo kami, karena padamnya itu berbarengan dengan petir,” katanya, Selasa (11/1).

Ia menyebut listrik padam yang hampir memakan waktu 12 jam itu bukan hanya terjadi di wilayah kecamatan Besuk. Sebagian daerah di wilayah kecamatan Kraksaan yang jalur aliran listriknya sama dengan area kecamatan Besuk juga mengalami hal serupa.

“Padamnya ini sampai ke area sebagian Kraksaan, seperti Kandangjati bagian timur dan juga Alassumur Kulon,” sebutnya.

Hingga berita ini ditulis, masih ada sebagian daerah yang belum bisa dialiri listrik dengan normal. Pasalnya, pihaknya masih belum menemukan travo listrik yang tersambar petir tersebut.

“Kami terjunkan tim sebanyak 5 regu untuk identifikasi letak sambaran petir ini, dari semalam mereka masih belum balik karena masih ada 6 travo yang belum selesai dicek. Insya Allah sebentar lagi pasokan listrik dari 6 travo ini akan kembali normal seperti yang lainnya,” terangnya.

Ke depan, Hendy berharap peran serta masyarakat jika listrik kembali padam karena sambaran petir ini. Warga cukup melaporkan ke pihaknya letak travo yang disambar petir agar bisa segera diperbaiki.

“Kalau ada laporan travo mana yang disambar petir, tentu perbaikannya bisa segera diselesaikan, karena kami tidak perlu mengecek travo secara satu per satu,” paparnya.

Amelia Septunia Ningsih, seorang warga Desa Sumurdalam Kecamatan Besuk mengatakan, listrik di wilayah sekitar rumahnya kembali menyala sekitar pukul 07.00, Selasa. Akibat listrik padam, nasi di dalam penghangat nasi miliknya menjadi basi. Selain itu, ia gagal memproduksi es batu karena kulkasnya tak bisa menyala.

“Tadi subuh bangun, lihat nasi di rice cooker sudah basi karena semalaman tidak ada listrik, baru hidup pukul 07.00 barusan,” terangnya. (ay/eem)


Bagikan Artikel