Peristiwa

Dringu dan Kedungdalem Banjir Lagi


PROBOLINGGO – Kekhawatiran warga Dringu Kabupaten Probolinggo wilayahnya akan kembali kebanjiran di musim hujan, terbukti. Rabu (1/12) malam sejumlah wilayah di Desa Kedungdalem dan Desa Dringu, kembali “disapa” banjir kiriman.

Hujan mengguyur wilayah hulu sungai Kedunggaleng di wilayah Kuripan dan sekitarnya sejak sore kemarin. Itu membuat sungai langganan banjir meluap dan menggenangi sejumlah rumah di desa Kedungdalem dan Dringu.

Berdasar pantauan Koran Pantura di Desa Kedungdalem tepatnya di RT 7 dan RT 8 Dusun Satreyan, warga gelisah melihat datangnya banjir dari luapan sungai Kedunggaleng. Bahkan di Desa Dringu luapan air sungai tersebut sampai menggenangi ruas jalan utama setinggi sekitar 30 centimeter.

Perangkat Desa Kedungdalem Subur (50) mengatakan, banjir datang saat petang, tepatnya sekitar pukul 18.00. Saat itu warga yang sudah bersiap dengan ancaman banjir, tampak lalu lalang mengecek ketinggian air sungai Kedunggaleng. Bahkan tanggul penahan air sederhana yang terbuat dari papan kayu tetap tak mampu menahan luapan air sungai.

“Banjir lagi. Memang tidak separah tahun lalu. Namun ini pertanda kalau banjir kedepannya akan datang lagi,” ujar Subur ditemui di rumahnya yang juga terdampak banjir, tadi malam.

Menurutnya, banjir memang tak sampai masuk ke dalam rumah. Namun akibatnya banyak lumpur yang menggenangi jalan lingkungan dan halaman rumah warga. “Alamat nanti lembur bersih-bersih halaman rumah. Karena banyak lumpur yang dibawa genangan banjir itu,” sebutnya.

Namun demikian, Subur menyebut jika genangan banjir itu cepat surut. Pasalnya sekitar 1 jam setelah luapan sungai, ketinggian air langsung turun dan tak bertahan lama. Berbeda dari banjir tahun lalu yang datang dengan cepat dan berlangsung lama. “Langsung surut. Tetapi katanya air laut bakal pasang. Jadi kita antisipasi dengan menyelematkan barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi,” sebutnya.

Sementara, Sibur Arif Budiono, salah seorang warga Desa Kedungdalem mengatakan bahwa luapan banjir kali ini merupakan akibat tak kunjung dibangunnya plengsengan sungai Kedunggaleng. Terlebih sedimen sungai Kedunggaleng sudah sangat tebal dan harus dikeruk.

“Dengan intensitas hujan yang tak terlalu tinggi saja sudah kebanjiran,  apalagi nanti ketika nanti puncak musim hujan. Kami sebagai warga, sangat berharap kepada pemerintah agar sungai ini segera direvitalisasi agar masalah banjir ini tidak berulang tiap tahunnya,” katanya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel