Peristiwa

Berharap Operasi Pasar Atasi Mahalnya Harga Minyak Goreng


PROBOLINGGO – Harga minyak goreng terus melambung. Untuk kemasan 2 liter, normalnya kisaran Rp 20 ribu. Namun sejak pertengahan tahun 2021 harganya naik sekitar Rp 30 ribu. Nah, kini harga minyak goreng kembali membuat syok para ibu rumah tangga.

Seperti yang disampaikan Indah, ibu rumah tangga di Kota Kraksaan. Dia hendak membeli minyak goreng merek Bimoli di supermarket terdekat. Namun dia kaget melihat harganya sudah mencapai Rp 36 ribu. “Wajar nggak ini harganya? Kok aku syok ya. Apa salah tulis? Aku sampai bertanya pada pegawai supermarketnya,” kata Indah.

Menurutnya, dewasa ini minyak goreng termasuk sembako, sehingga jika tidak dibeli, maka kuliner dapur merana. Pasalnya, masakan dengan minyak banyak jenisnya, tidak hanya gorengan.

“Saya tanyakan di grup Whatsapp ibu-ibu kompleks perumahan, ternyata memang benar naik segitu. Katanya karena kelapa sawit harga ekspornya melambung,” ujar Indah. Saat ini minyak kelapa sawit curah diekspor ke luar negeri untuk diubah menjadi BBM kendaraan. Pasalnya, beberapa negara maju sedang krisis BBM.

Hal senada diungkapkan Sari, ibu rumah tangga yang tinggal di seputaran Kota Kraksaan. Menurutnya, dia sempat menimbun minyak goreng ketika harga sedang promo Rp 30 ribu (saat itu Rp 31 ribu normalnya). “Pas stok habis ke supermarket kaget dong. Sudah naik jadi Rp 36 ribu. Saya cek di toko sembako desaan itu masih Rp 35 ribu, akhirnya beli yang Rp 35 ribu itu,” jelasnya.

Sari berharap ada operasi pasar, dengan pemerintah menyediakan minyak goreng murah. Karena kalau begini harga-harga bisa ikutan naik. “Biasanya ada pisang goreng yang seribu rupiah, bisa jadi setelah ini lima ribu rupiah dapat empat,” ujar Sari. (ra/iwy)


Bagikan Artikel