Peristiwa

Tak Berizin, Porseni Dibubarkan Polisi


KRAKSAAN – Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Probolinggo terpaksa dihentikan Polisi, Selasa (16/11). Acara tersebut dihentikan lantaran pihak penyelenggara, yakni Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo tidak mengantongi izin dari Satgas Covid-19 dan Kepolisian.

Kapolsek Kraksaan Kompol Sujianto mengungkapkan, dihentikannya Porseni yang dipusatkan di GOR Sasana Krida Kraksaan pada itu dilakukan pihaknya menerima laporan dari masyarakat. Laporan tersebut menyatakan bahwa kegiatan lomba yang mengundang kerumunan massa itu tidak berizin.

“Setelah kami tindak lanjuti, ternyata benar ada kegiatan tersebut. Setelah kami cek segala izinnya pada panitia, ternyata mereka tak mampu menunjukkannya kepada kami. Sehingga dengan sangat terpaksa acara itu kami hentikan dan kami bubarkan,” ungkapnya.

Ia menerangkan, perizinan dimaksud yakni izin penyelenggaraan kegiatan di tengah masa pandemi Covid-19 dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo. Selain itu juga surat izin keramaian baik dari Polres Probolinggo atau dari Polsek Kraksaan.

“Nah, itu tidak ada semua izinnya. Katanya sudah mengajukan atau memberitahukan kepada kepolisian dan Satgas. Tapi suratnya tidak sampai ke meja kami,” ungkapnya.

Alhasil, dihentikannya acara tersebut tidak bisa dilanjutkan. Setidaknya sebelum segalam perizinan dikeluarkan. “Diurus dulu surat izinnya, baru nanti boleh dimulai lagi,” terang Kompol Sujianto.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Akhmad Sruji Bahtiar mengaku cukup kaget dengan dihentikannya acara tersebut. Menurutnya, acara Porseni itu diselenggarakan oleh panitia khusus bentukan Kemenag Kabupaten Probolinggo. “Ada panitianya. Saya juga kaget dengar info penghentian dan pembubaran Porseni ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, ada kemungkinan segala surat perizinan dan pemberitahuan kegiatan yang tidak sampai kepada pihak terkait atau pihak yang memiliki kebijakan. “Tadi saya sudah hubungi Kapolsek Kraksaan dan masalahnya sudah clear. Acara terpaksa tidak dilanjutkan karena surat dari panitia ternyata tidak sampai pada pemangku kebijakan,” terangnya. (tm/eem)


Bagikan Artikel