Peristiwa

Curi Kotak Amal, Dua Karyawan Warung Dipecat


PROBOLINGGO – Dua karyawan warung rempah Jawa di kawasan Alun-alun Kota Probolinggo dipecat. Pasalnya, mereka kedapatan mencuri kotak amal dan bahan makanan warung.

Rumah makan itu milik Agus Sugiyanto (39), warga Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Ia melaporkan kedua karyawannya atas kasus pencurian bahan makanan. Hal itu berlangsung selama tujuh bulan. Akibatnya, ia mengaku rugi hingga Rp 5 juta lebih.

Agus Sugiyanto mengaku tidak menyadari aksi pencurian ini. Namun, sejak tujuh bulan terakhir, memang ada yang berbeda dengan stok bahan makanan di warungnya, khususnya warung keduanya yang berlokasi di Jalan Nasution Kelurahan Sukabumi Kecamatan Mayangan.

Puncaknya, ia menyadari adanya pencurian di dua warungnya setelah uang dalam kotak amal besaran Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu yang diperuntukkan untuk yayasan anak yatim-piatu, hilang. “Ya curiga, karena saat itu memang ada 50 ribu,100 ribu, eh ternyata hanya sisa dua ribuan,” terang pria yang karib disapa Agik itu.

Dalam rapat dan catatan bulanan, bahan makanan juga sering hilang selama 7 bulan. Ternyata ada dua orang yang mengaku telah mencuri bahan makanan dan uang di dalam kotak amal. Mereka adalah FD (17), warga Kecamatan Kademangan dan RS (34), warga Kecamatan Mayangan.

Agik menceritakan, aksi pencurian oleh dua karyawannya bermula saat persiapan warung buka. Kedua karyawan itu membawa beras, minyak goreng dan kecap untuk diletakkan di jok motor. Setelah itu, mereka menjualnya di salah satu toko sembako di Kelurahan Mayangan. Hasil penjualan, mereka bagi uangnya.

Agik mengatakan, kedua karyawannya mengaku hanya mengambil 4 kali saja. “Ngakunya begitu, tapi kami rasa sudah lebih dari itu, ” jelasnya.

Karena merasa dirugikan, Agik melaporkan kejadian ini kepada Polres Probolinggo Kota. “Tujuannya sebagai efek jera, agar kedua orang itu tidak mengulangi aksi terhadap pekerjaan lainnya,” katanya.

Lalu atas tindakannya, kedua karyawan itu sudah dipecat. “Hasilnya sudah damai. Kalau kerugiannya senilai Rp 5 juta. Tapi itu selama 7 bulanan,” kata Agik. (rul/iwy)


Bagikan Artikel