Peristiwa

Urai Kemacetan Jabung, Siapkan 3 Rute Alternatif


KRAKSAAN – Kemacetan arus lalu lintas di jalur pantura Probolinggo yang terjadi setiap harinya karena ada perbaikan jembatan masuk desa Jabungsisir, Kecamatn Paiton sering dikeluhkan oleh pengendara. Hal ini disikapi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo dengan menyiapkan jalur alternatif pada Kamis (2/9).

Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Taufik Alami mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan 3 rute alternatif untuk mengalihkan kepadatan kendaraan di jalur perbaikan jembatan tersebut. Dari arah barat, jalur alternatif yang disiapkan dimulai dari trafiic light Kebonagung ke selatan hingga RSUD Waluyo Jati. Setelah itu pengendara akan diarahkan kea rah timur hingga sampai di pertigaan jalan di Desa Alaskandang.

Setelah itu, pengendara akan diarahkan ke utara hingga sampai lagi di jalur pantura masuk Desa Jabungsisir atau tepat berada di sebelah timur lokasi perbaikan jembatan. Jalur ini juga bisa dilalui oleh pengendara yang melaju dari arah berlawanan atau dari arah timur sebagai jalur alternatif kedua.

Jalur alternatif ketiga yang disiapkan dimulai dari pertigaan jalan jalur pantura yang berada di Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton. Dari lokasi ini, pengendara akan diarahkan kea rah selatan sampai dengan pertigaan jalan di Desa Glagah, Kecamatan Pakuniran.

Dari pertigaan ini pengendara akan diarahkan ke arat barat hingga sampai di perempatan jalan Kecamatan Besuk. Lalu dari perempatan ini pengendara diarahkan belok kanan atau ke arah utara sampai dengan pertigaan jalan di Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk. Dari sini, pengendara diarahkan ke barat sampai dengan kembali je jalur Pantura di Kota Kraksaan.

“Pengalihan ini hanya alternatif, atau bersifat anjuran untuk mengurai kemacetan. Atau menghindari pengendara dari kemacetan panjang yang biasa terjadi,” katanya, Kamis (2/9).

Sementara itu, staf teknis pada Balai Besar Pengerjaan Jalan Nasional (BBPJN) wilayah Probolinggo – Situbondo Apriyanto mengatakan, adanya jalur alternatif pengalihan jalan ini merupakan hasil koordinasinya dengan pihak Dishub setempat agar dapat mengurangi kemacetan.

Namun, jalur alternatif ini tidak diperuntukkan untuk kendaraan beroda lebih dari 4.   Hal ini demi menjaga kualitas jalan daerah yang menghubungkan desa-desa atau kecamatan di wilayah setempat. “Alternatif ini untuk kendaraan roda 2 dan 4 saja,” paparnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel