Peristiwa

Kerugian Kebakaran TPA Capai Rp 4,5 M


PROBOLINGGO – Insiden kebakaran di TPA di JLU Jalan Anggrek Kota Probolinggo, Minggu (29/8) petang, menimbulkan kerugian mencapai Rp 4,5 miliar. Ini karena ada sampai 5 kendaraan yang terpanggang api.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rachmadeta Antariksa kemarin (30/8). Menurutnya, kerugian terbesar disumbang kerusakan 2 unit kendaraan konfaktor sampah yang serba otomatis. “Soalnya kendaraan konfaktor harganya mahal. Sekitar Rp 1,5 miliar. Sedangkan truk biasa hanya Rp 500 juta,” ujar pejabat yang karib disapa Deta itu, Senin (30/8) siang saat melihat hangar TPA yang ludes terbakar.

Meski ada 5 unit kendaraan pengangkut sampah terbakar, namun pelayanan pengangkutan sampah dari TPS ke TPA tidak terganggu. Hanya frekwensinya agak melambat. “Pengangkutan sampah tetap jalan, meski melambat,” ucapnya.

Deta menyatakan, pihaknya saat ini mengoperasikan 10 kendaraan pengangkut sampah yang tidak ikut terbakar. Meski begitu, Deta menjamin tidak akan terjadi penumpukan sampah di TPS. Untuk itu, pihaknya akan menambah jam kerja dari satu shift menjadi 2 shift. Kelompok pertama bekerja dari pagi hingga sore. Sedangkan shift berikutnya bekerja sore hingga malam.  

Selain itu, pihaknya juga berupaya memperbaiki kendaraan yang rusaknya tidak begitu parah. Upaya lain yang akan dilakukan yakni pengadaan unit baru. “Kami mencoba mengajukan di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan). Kalau anggarannya belum tersedia, ya tahun depan,” tandasnya.

Untuk pengadaan baru, pihaknya menyesuaikan dengan anggaran. Jika anggarannya hanya cukup membeli 1 unit, tidak masalah. Yang penting ada tambahan kendaraan baru, pengganti kendaraan yang hangus terbakar.

Selanjutnya, Deta menyerahkan penyelidikan kasus kebakaran ini kepada Polres Probolinggo Kota. “Kami menyerahkan sepenuhnya ke Polresta,” kata mantan kepala Badan Kepegawaian Daerah ini.

Menurut Deta, dalam kejadian itu api membakar 5 kendaraan, berikut 500 bak sampah dorong berbahan plastik yang akan dihibahkan ke kelurahan-kelurahan. Selain itu, api juga merusak rangka besi hangar.

Api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan dan menyambar sampah kering. Hanya, Deta tidak tahu siapa yang membuang puntung rokok. Dugaan lainnya, api dipicu konsleting listrik. Sebab, di hangar ada kabel yang menyalurkan arus ke lampu.

Dari pantauan Koran Pantura kemarin, di lokasi kebakaran menyisakan puing. Ratusan  bak sampah dorong tersisa plastik yang berubah warna dari biru menjadi hitam dan abu-abu. Semuanya berserakan. (gus/iwy)


Bagikan Artikel