Perdagangan

Gudang Tembakau Kekurangan Pasokan dari Petani


PAITON – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo merilis estimasi produksi tembakau tahun 2022 sebesar 11.640 ton. Tembakau Probolinggo itu didasarkan pada tiga varietas tembakau yang diproduksi di 14 kecamatan, yaitu tembakau Paiton VO sebanyak 11.381 ton, tembakau Jawa (menyono) sebanyak 251 ton, dan tembakau kasturi sebanyak 8,1 ton.

Abdul Mat, makelar tembakau asal Pakuniran. Dia adalah salah satu pemasok tembakau centengan (tembakau sumber centeng) yang legendaris. Dia mendapatkan data non formal dari PT Aoi dan Gudang Garam.

Berdasarkan informasi, tembakau tahun ini produksinya kurang. Padahal 7 Gudang yang ada di Kabupaten Probolinggo bisa menampung 13.000 ton. Sejauh ini 5 gudang sudah dapat rata-rata 900 ton tembakau rajangan kering. Sedangkan akumulasi 2 gudang besar adalah 4.500 ton. Dengan demikian dapat diasumsikan yang bisa didapat sampai sejauh ini sekitar 9.000 ton.

Menurutnya, tembakau varian Paiton apalagi centengan, sangat penting di dunia industri rokok Indonesia. “Karena setiap apa pun jenis rokoknya. pasti terisi sedikit tembakau Paiton sebagai bumbu atau pembentuk citarasa,” jelas Abdul Mat.

Awal buka gudang, lanjut Mat, untuk bulan Oktober yang sudah bisa dipenuhi 5 gudang kecil adalah kisaran 500-600 ton saja per gudang. Jauh dari target. “Maka dari itu harga bisa tembus Rp 55.000 per kilogram”, ungkapnya.

Jadi kemungkinan akan mengambil stok dari luar daerah. “Namun masyarakat petani juga sedang berusaha. Yakni menumbuhkan tunas daun sekunder. Namun hasil tembakaunya kurang berkualitas. Demi mencukupi kebutuhan itu juga akan diserap gudang,” jelasnya.

Sebelumnya, Pejabat Fungsional Pengawas Benih Tanaman Muda pada Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Probolinggo, Evi Rosellawati sudah memperkirakan Probolinggo akan kekuarangan tembakau. Menurutnya, luas areal tembakau pada masa tanam 2022 ini akan jauh berkurang dibandingkan tahun lalu luas areal tembakau 9.700 Ha. Itu sesuai kebutuhan gudang-gudang tembakau milik sejumlah pabrik rokok, yang mencapai 10.000-13.000 ton.

Dalam hitungan, areal tembakau seluas 1 Ha bisa menghasilkan tembakau 1-1,2 ton. Sehingga hasil panen 9.700 Ha lahan tembakau bisa terserap di gudang tembakau. “Tahun ini kami menargetkan luas areal tembakau sekitar 9.000 hektare, tetapi belum tercapai,” kata Evi.

Dengan kebutuhan gudang tembakau setiap tahun 10.000-13.000 ton, diperkirakan tahun ini gudang milik sejumlah pabrik rokok akan kekurangan pasokan tembakau dari petani. (ra/iwy)


Bagikan Artikel