Pendidikan

Madrasah Gelar PTM, Diancam Ditutup


PROBOLINGGO – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo terus bertambah secara signifikan. Ini menjadi perhatian serius Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat. Kantor Kemenag mengancam bakal mencabut izin operasional madrasah atau lembaga lembaga pendidikan di bawah naungannya yang nekat menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

Hal itu ditegaskan Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Ahmad Bahtiar Seruji. Ia menyatakan, PTM sebagaimana arahan dari pemerintah pusat dan daerah hanya diperkenankan bagi daerah dengan status zona hijau Covid-19.

Sedangkan untuk kabupaten Probolinggo sebagaiamana diketahui berada dalam zona oranye. Artinya, masih menjadi daerah beresiko sedang dalam penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

“Tidak, memang tidak boleh ada PTM itu. Belum ada perintah dan memang belum diizinkan. Kalau ada yang nekat menggelar itu, laporkan saja pada saya. Akan saya cabut ijin operasionalnya,” tegasnya, Kamis (14/1) kemarin.

Tak hanya pencabutan izin operasional, pihaknya kata Bahtiar, juga bakal menangguhkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang diterima oleh lembaga pendidikan itu. Jumlah BOS itu, biasanya bervariasi dan tidak sama antar lembaga. Tergantung komponen di lembaga pendidikan itu.

“Bukannya arogan, tapi ini demi kepentingan bersama, yaitu mencegah penularan virus corona yang kian merajalela. Saya paham dengan keresahan orang tua terkait perkembangan anaknya. Namun pilih belajar daring (dalam jaringan) atau online adalah pilihan yang terbaik saat ini,” ujar Bahtiar.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menyukseskan kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan oleh pemerintah. Agar kekebalan komunal (herb community) tercapai dan mempersempit gerak Covid-19.

Selanjutnya, Ahmad Bahtiar juga meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat sebagaimana sesuai anjuran pemerintah “Inshaallah setelah adanya vaksinasi ini kehidupan sosial masyarakat dan ekonomi segera normal kembali. Tentunya tetap dibarengindengan menerapkan protokol kesehatan,” katanya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel