Pendidikan

Ulat Bulu Ganggu Aktivitas Belajar

BANTARAN – Hama ulat bulu sedang mengganas di Desa Kropak, Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo. Ulat bulu yang banyak ditemukan di pohon jati itu kini menyebar sampai masuk ruang kelas.

Situasi tidak menyenangkan itu sedang dialami MTs Darul Hikmah di Dusun Timbangan, Desa Kropak, Kecamatan Bantaran. Banyak ulat bulu masuk ruang-ruang kelas. Alhasil, proses belajar para siswa pun terganggu. Bahkan para pelajar masih harus lebih dulu membersihkan ruang kelasnya dari kumpulan ulat bulu sebelum bisa menjalani proses belajar. 

Ulat berwarna hitam ini, memenuhi dinding dan emperan kelas. Bahkan tak sedikit yang masuk kelas, menempel di bangku, kursi, bahkan menempel di baju pelajar. Pelajar jijik, bahkan ada yang sampai melompat-lompat ketika tahu ada ulat mendekat.

 “Sudah dua hari ini ada banyak ulat di sekolah. Sebenarnya tidak takut, tetapi saya merasa geli dan jijik,” ujar Diyah, salah satu pelajar MTs Darul Hikmah, kemarin (6/1).

Berdasar pantauan Koran Pantura, MTs Darul Hikmah memang dekat dengan pepohonan jati.  Daun pohon jati tersebut sejak lima hari terakhir digerogoti hama ulat, hingga pohon itu terlihat seperti sedang meranggas.

Ulat bulu juga tampak bergelantungan di bawah pohon, lalu turun merambat di bangunan-bangunan terdekatnya. Selain rumah-rumah warga, ulat bulu juga sampai masuk ruang-ruang kelas MTs Darul Hikmah.

Kepala MTs Darul Hikmah Ahmad Zuber mengatakan, proses belajar mengajar tetap berjalan meski dinding dan ruang kelas dipenuhi ulat. “Gangguannya terjadi sebelum kegiatan belajar. Harus dibersihkan dulu,” katanya.

Ulat di lantai maupun yang menempel di dinding, kursi dan bangku, disapu sebelum kegiatan belajar dimulai. Namun, pembersihan ulat harus dilakukan beberapa kali di setiap hari pembelajaran berlangsung. Sebab, setelah habis disapu, ulat itu datang lagi.

 “Memang harus rajin, karena ulatnya berjalan,” terang Zuber. Pihaknya kini tengah mencari cara agar ulat jati tidak terus memenuhi ruang-ruang di sekolah yang dipimpinnya. 

Sebaliknya, di Desa Resongo Kecamatan Kuripan, musim ulat bulu bisa dikatakan hampir habis. Sebelumnya, ulat bulu juga menghabiskan daun pohon-pohon jati yang ada. Sedangkan sekarang ini daun pohon jati di Resongo rata-rata sudah habis.

Saat ulat bulu sedang banyak-banyaknya, ada MTs Zainul Hasan yang senasib dengan MTs Darul Hikmah. Tetapi setelah daun di pohon jatin habis, ulat bulu itu ikut habis juga. “Seminggu yang lalu memang banyak sekali. Tetapi kalau sekarang sudah tidak. Hampir habis,” kata Rohim, salah satu siswa MTs Zainul Hasan.

Menurutnya, sepekan lalu dia dan teman-temannya juga harus lebih dulu membersihkan sekitar ruang belajar dari ulat. Kalau dibiarkan, rasanya sangat mengganggu konsentrasi belajar. “Ya dibersihkan dulu, baru kami belajar. Kalau tidak begitu, kami jadi kepikiran terus, takut gatal gatal,” katanya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan