Pendidikan

Atap SDN Resongo 4 Akhirnya Ambruk


KURIPAN – Atap gedung SDN Resongo 4 Kecamatan Kuripan akhirnya ambruk, Rabu (11/3) dini hari. Syukur saja tidak sampai ada korban jiwa dalam kejadian itu. Sebab, gedung sekolah itu sudah kosong sejak dua bulan lalu.

Gedung yang terdiri dari tiga ruang itu sudah mengalami kerusakan sejak beberapa bulan lalu. Lalu, sekitar dua bulan lalu, tiga ruang kelas tersebut sengaja dikosongkan. Sebagai gantinya, para siswa belajar di lahan parkir dan mushola yang disulap menjadi ruang belajar. Setelah itu, baru ada bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo berupa tiga tenda, yang dipakai untuk tempat belajar.

Dan setelah dikosongkan, atap gedung SDN Resongo 4 yang sudah rapuh itu akhirnya ambruk dini hari kemarin. Ani, salah satu warga sekitar SD mengatakan, sebelum atap sekolah itu ambruk, memang kawasan Desa Resongo diguyur hujan lebat.

Menurutnya, memang hampir setiap hari kawasan itu diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Diduga, karena tidak kuat menahan beban dan lapuknya kayu di tiga ruang, akhirnya atap gedung itu pun ambruk. ”Kaget, karena saat ambruk, suara runtuhannya cukup keras,” kata Ani yang ditemui kemarin.

Sementara itu, Camat Kuripan Saniwar membenarkan ambruknya atap gedung SDN Resongo 4. Meski demikian, ia menjamin pelaksanaan pembelajaran siswa tetap berjalan dengan normal. “Staf saya sudah ke lokasi, dan ikut musyawarah dengan wali murid dan para guru,” ujarnya.

Camat Saniwar mengatakan, pihaknya sudah berkoodinasi dengan Dinas Pendidikan. “Sudah kami laporkan, dan sekolah ini sudah masuk pada pembangunan tahun ini yang dialokasikan dari APBN. Mudah-mudahan segera rampung prosesnya,” jelasnya.

Sementara, dari pantauan Koran Pantura kemarin, para siswa masih tetap bersekolah seperti biasa, khusus untuk gedung yang sudah rusak dan ambruk, para siswa tersebut tetap belajar di tenda darurat yang dibangun BPBD.

Sedangkan Kepala SDN Resongo 4 Sugito mengatakan, sejak awal dirinya mendapatkan amanah merangkap tugas memimpin SDN Resongo 4, kondisi bangunan memang sudah rapuh. Akhirnya, awal tahun 2019, pihaknya langsung mengajukan ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo, untuk direhab. Hasilnya, dipastikan sekolah tersebut akan direhab tahun ini.

”Bangunan itu ada tiga ruangan yang digunakan proses belajar mengajar kelas I sampai kelas VI. Satu ruangan itu difungsikan tempat belajar mengajar untuk dua kelas. Karena kondisi atap bangunan mengkhawatirkan, jadi diputuskan untuk belajar di luar ruang kelas saja,” katanya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel