Pendidikan

Sekolah Nyaris Ambruk, Siswa SDN Resongo IV Belajar di Tempat Parkir


KURIPAN – SDN Resongo IV yang berada di Dusun Watuewu, Desa Resongo Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo nyaris ambruk. Beberapa atap plafon di gedung sekolah ini sudah ada yang berjatuhan. Selain karena hujan dengan intensitas lebat, kerusakan itu juga disebabkan kayu penopang yang sudah lapuk.

Bahkan, satu gedung yang terdiri dari tiga ruang ini sudah tinggal menunggu waktu ambruk. Sebab, kayu penahan genteng dan asbesnya sudah lapuk dimakan usia. Dari luar tampak gedung ini juga sudah tidak simetris.  Seperti halnya pemandangan pegunungan yang meliuk liuk tak beraturan.

Demi keselamatan para murid SDN Resongo IV, mereka tidak lagi belajar di dalam kelas. Mereka ganti belajar di tempat parkir. Tapi bila hujan datang, mereka pindah belajar di mushola sekolah.

Sementara, kondisi gedung SDN Resongo IV yang bikin miris, terlebih dengan adanya asbes yang jatuh, kemudian dilaporkan ke pihak Kecamatan Kuripan. “Awalnya warga yang melapor ke saya. Terus kami lanjutkan kepada pihak kecamatan,” kata Kepala Dusun Watuewuh Tinaksan, Kamis (6/2).

Mendapatkan laporan itu, Camat Kuripan Saniwar kemarin langsung mengunjungi lokasi. Perjalana menuju ke lokasi tak bisa dikatakan mudah, lantaran akses perbatasan antara Kecamatan Kuripan dengan Bantaran dan Wonomerto itu memang sulit. “Ya lumayan jauh dari kantor kecamatan,” kata Camat Saniwar kemarin.

Menurut Camat Saniwar, dari kunjungannya bersama pihak desa, dipastikan bahwa memang gedung SDN Resongo IV sudah tidak layak ditempati belajar. Ya salah satunya karena kayu utama penopang bangunan sudah banyak dimakan rayap. “Ya karena memang sepertinya bangunan lama. Cuma, tidak tahu kapan gedung ini dulu dibangun,” kata pria asal Tongas ini.

Atas kondisi SDN Resongo IV, Camat Saniwar pun mengaku sudah berkooridnasi dengan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo. “Sudah kami koordinasikan. Dipastikan akan dibangun tahun ini,” katanya.  (rul/iwy)


Bagikan Artikel