Pendidikan

PGRI Kunjungi SDN Nyaris Ambruk


PAKUNIRAN – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Probolinggo kemarin (13/1) meninjau SDN Gunggungan Lor II yang nyaris ambruk. Rombongan PGRI melihat langsung kondisi sekolah dan suasana kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa yang sementara waktu dilakukan di tenda darurat.

Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Purnomo mengatakan, kedatangannya bersama dengan sejumlah pengurus inti ke SDN Gunggungan Lor II bertujuan mengecek langsung seberapa parah tingkat kerusakan fisik sekolah tersebut. Selain itu, PGRI juga ingin memastikan proses KBM tetap berjalan dengan semestinya. “Kedatangan kami ke sini untuk menyerahkan bantuan berupa satu unit kipas angin yang jadi permintaan para siswa dan siswi di sekolah ini,” ungkapnya.

Selain itu, dijelaskan Purnomo bahwa berdasar peninjauannya, kondisi bangunan sekolah, khususnya ruang kelas IV sudah tidak layak. Jika tetap digunakan untuk proses KBM, akan membahayakan keselamatan para siswa.

“Mohon diingat, ini musim hujan. Segala kemungkinan bencana dapat terjadi. Sehingga sudah benar langkah dari pihak sekolah dan Dispendik kabupaten Probolinggo untuk merelokasi mereka ke tenda sementara waktu,” jelas Purnomo. 

Dia pun berharap agar proses rehabilitasi gedung sekolah dapat segera diwujudkan. Pasalnya,  proses KBM bagi para siswa dan guru tidak akan berjalan maksimal apabila kondisi ruang atau tempat belajarnya tidak memadai.

“Suasana kelas yang kurang mendukung, apalagi itu di dalam tenda. Tentunya tidak baik untuk KBM jika dilakukan terlalu lama. Karena itu kami meminta kepada pemerintah daerah agar mendorong pada Kementerian PUPR agar segera merealisasikan rehabilitasi secepatnya,” kata Purnomo. (tm/iwy)


Bagikan Artikel