Pendidikan

20 Persen Fisik SDN Rusak Berat

KRAKSAAN – Setelah kejadian atap sekolah ambruk, kondisi fisik gedung-gedung SD Negeri menjadi perhatian. Di Kabupaten Probolinggo, dari 560 SDN yang ada, 20 persen di antaranya masuk kategori rusak berat. Setiap tahun, Dinas Pendidikan (Dispendik) menganggarkan rehab 50 ruang kelas.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina menyampaikan, memang sejauh ini masih banyak gedung sekolah yang masuk kategori rusak berat. Ada 20 persen dari total 560 SDN yang kondisi fisiknya sangat memprihatinkan. Sayangnya, Dewi tidak memaparkan secara gambang jenis kerusakan tersebut dan jumlah sekolah yang rusak. “Ya, ada sekitar 20 persen dari total seluruh sekolah SD yang ada di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya, kemarin (14/11).

Ia memaparkan, pihaknya setiap tahun sudah menganggarkan rehabilitasi gedung ruang kelas. Tahun ini saja, dari dana DAU (dana alokasi umum) ada 50 ruang kelas yang diajukan untuk perbaikan dan pembangunan gedung baru. Begitu pula dengan tahun depan, jumlah yang diajukan tak jauh beda dengan tahun ini.

“Setiap tahun kami anggarakan. Tahun ini ada 50 ruang kelas dari dana DAU dan DAK, dan beberapa anggaran dana lainnya. Jadi setiap tahun cukup banyak dana yang kami anggarkan untuk bangunan sekolah tapi tetap harus antri,” paparnya.

Namun, poin penting dari pembangunan tersebut, pihaknya juga fokus pada pembebasan lahan yang didirikan sekolah milik negara. Sebab, cukup banyak status tanah yang dibangun sekolah negeri yang masih belum menjadi milik negara. Sehingga itu menjadi salah satu tugas besar pihaknya untuk menyelesaikan. Namun itu tak semuanya, sebagian besar juga ada yang sudah selesai dan sudah bersertifikat.

“Bahkan, setiap tahunnya ada sekitar 25 lembaga yang diajukan untuk proses pembebasan lahan dan sertifikasi tanah sekolah tersebut. Namun yang diproses tidak semuanya. Jadi kami bertahap sedikit demi sedikit,” terang Dewi. (yek/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan