Pendidikan

CFD, Dispendik Tekankan Pendidikan 12 Tahun


KRAKSAAN – Acara Car Free Day (CFD) di Kraksaan, Minggu (3/11) pagi berlangsung meriah. Acara yang digelar oleh Pemkab Probolinggo melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) itu dihelat di sepanjang Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Sidomukti.

Ada ribuan orang yang tumplek blek memadati CFD di Jl Imam Bonjol pagi kemarin.  Selain bisa menikmati kuliner yang dijual di acara tersebut, warga juga bisa menikmati pelayanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Selain itu, dalam CFD kali ini Dinas Pendidikan menyelipkan banyak pesan tentang pendidikan kepada masyarakat. Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan, acara tersebut bertujuan mengajak masyarakat aktif berolahraga agar tercipta lingkungan yang sehat.

“CFD ini kan hari bebas berkendara. Jadi maksudnya, masyarakat yang mau rekreasi dan olahraga bisa leluasa, tanpa terganggu oleh lalu lalang kendaraan. Lalu, masyarakat juga bisa  cek kesehatan,” kata Dewi Korina, kemarin.

APRESIASI:Pemberian penghargaan oleh Sekda Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono kepada siswa berprestasi dan kreatif di sela kegiatan CFD, Minggu (3/11).(Ali Ya’lu/Koran Pantura)

Ia menjelaskan, acara CFD tersebut juga sebagai peringatan Hari Guru Nasional dan perayaan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Dengan momen tersebut, ia pun mempunyai harapan besar kepada masyarakat, khususnya kepada orang tua siswa agar memberikan perhatian lebih kepada anaknya dalam hal dunia pendidikan.

“CFD hari ini Dinas Pendidikan yang bertugas. Kami ingin titipkan pesan kepada masyarakat, untuk terus mendorong putra-putrinya bersekolah, minimal 12 tahun. Makanya di CFD ini kami juga bersosialisasi terkait pentingnya pendidikan. Karena kalau  sampai berhenti belajar, maka melestarikan kebodohan,” katanya.

Maka, dalam CFD kemarin tema yang diusung ialah “Guru Kompeten Siswa Unggul”. Hal itu juga sebagai imbauan kepada para guru agar bisa lebih baik lagi dalam mendidik dan memberikan pemahaman pelajaran.

“Untuk mencetak murid yang unggul, yang harus dilakukan adalah gurunya harus kompeten. Dan ini pesan kepada PGRI dan bapak ibu guru untuk terus meningkatkan kemampuan dirinya,” kata Dewi Korina.

Dewi menambahkan, ke depannya Pemkab Probolinggo berencana lebih sering lagi menggelar CFD. Bahkan, pemerintah juga berencana mengajak langsung masyarakat agar mempunyai peranan langsung dalam setiap CFD.

“Saat ini kan masih satu bulan sekali. Insha Allah ke depan seminggu sekali. Tetapi peran pemerintah sedikit demi sedikit akan dikurangi. Jadi ini (CFD, red) nantinya akan dikelola oleh masyarakat. Dari masyarakat untuk masyarakat, jadi peran pemerintah adalah mensupport dari belakang,” katanya.

Wahyuni, warga Desa Rondokuning, Kecamatan Kraksaan mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan tersebut dan rencana gelaran CFD menjadi setiap minggu. Pasalnya sangat jarang dijumpai di Kota Kraksaan jalanan yang terbebas dari lalu-lalang kendaraan, baik siang maupun malam.

“Senanglah ada acara seperti ini. Dan kalau ini seminggu sekali, tambah senang. Orang tidak perlu lagi khawatir akan diserempet kendaraan kalau berolah raga di jalan. Apalagi ini kan sudah pasti bisa meningkatkan perekonomian warga,” katanya. (ay/iwy/adv)


Bagikan Artikel