Pendidikan

Hanya 1 MI Pesan Seragam Batik Pelajar


KRAKSAAN – Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 420/0145/426.101/2019 tertanggal 21 Maret 2019. Isinya adalah imbauan penggunaan pakaian seragam khas batik pelajar Kabupaten Probolinggo. Namun belum banyak sekolah yang memesan seragam batik kepada para perajin batik yang tergabung dalam Asosiasi Perajin Batik Bordir dan Asesoris (APBBA) setempat.

Ketua APBBA setempat Mahrus Ali mengatakan, ada belasan perajin batik yang tergabung dalam APBBA. Pihaknya telah menerima laporan dari setiap perajin terkait berapa pesanan batik seragam yang telah masuk.

“Sampai saat ini masih sekitar 40 persen yang sudah kami garap baik di tingkatan SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA. Jadi, masih banyak yang belum pesan,” kata Mahrus, Minggu (14/7).

Dari 40 persen batik yang sudah digarapnya, hanya sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan (Dispendik) yang memesan sampai sejauh ini. Sedangkan sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), baru ada satu sekolah yang memesan seragam batik.

“Yang berada di bawah naungan Kementerian Agama baru ada satu sekolah yang pesan. Itu MI. Sedang untuk MTs dan MA sama sekali belum ada yang pesan,” ungkapnya.

Mahrus meyakini rendahnya pesanan itu terjadi karena dua faktor. Salah satunya, pihak sekolah sudah menyediakan kain batik sendiri untuk pelajar barunya. Faktor lainnya, bisa saja sekolah masih menunggu data riil jumlah pelajar baru. Sekolah baru akan memesan batik seragam ketika jumlah pelajar sudah bisa dipastikan.

“Ini sesuai dengan yang saya alami ketika berjumpa dengan beberapa kepala sekolah. Sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama sampai saat ini belum menerima surat edaran bupati. Bahkan ada yang tidak tahu kalau Bupati sudah mengeluarkan surat edaran,” terangnya.

Di sisi lain, Mahrus mengatakan, APBBA tidak hanya menyediakan kain batik seragam. Pihaknya juga siap untuk memproses kain batik tersebut menjadi seragam sesuai dengan ukuran yang dipesan oleh pihak sekolah.

“Memang ada sebagian sekolah yang memesan kain batiknya saja. Tapi ada juga beberapa sekolah yang langsung memesan jadinya,” katanya. (ay/eem)


Bagikan Artikel