Pendidikan

Dispendik Pantau Hari Pertama PPDB tingkat SMP 2019/2020


KRAKSAAN – Masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Probolinggo serentak digelar 1-4 Juli. Jajaran Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo pun melakukan pemantauan langsung pada hari pertama PPDB di sejumlah SMP Negeri, Senin (1/7).

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina melalui Kabid Pembinaan SMP Priyo Siswoyo mengatakan, ada beberapa SMPN yang dikunjungi. Salah satunya adalah SMPN 1 Dringu dan SMPN 1 Banyuanyar.

“Kami memantau bagaimana jalannya PPDB tingkat SMP di hari pertama ini. Ternyata berjalan baik, lancar dan aman,” kata Priyo kepada Koran Pantura, kemarin.

Berdasar data, ada 74 SMPN di Kabupaten Probolinggo. Lembaga pendidikan itu memiliki kuota 250 rombongan belajar. Setiap rombel terdiri dari 32 siswa. Sehingga daya tampung siswa untuk SMPN se Kabupaten Probolinggo sebanyak 7.930 siswa.

“Tahun ini ada 24 SMPN yang menerapkan PPDB online. Semuanya adalah SMPN 1 di masing-masing kecamatan. Sisanya masih offline. Tapi SMPN yang menerapkan PPDB online juga boleh menampung pendaftaran offline, maksimal 20 persen,” bebernya.

Guru SMPN 1 Banyuanyar didampingi Kasi Kurikulum Dispendik Kabupaten Probolinggo Sudarso menunjukkan dokumen pendaftaran siswa. (Istimewa/Koran Pantura)

Aturan itu tertuang pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 20 tahun 2019 tentang perubahan atas Permendikbud nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB tahun ajaran 2019/2020.

“Diatur bahwa penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020 via jalur zonasi minimal 80 persen, untuk jalur prestasi maksimal 15 persen dan jalur kepindahan orang tua maksimal 5 persen,” terangnya.

Pihaknya berharap PPDB ini bisa berjalan lancar tanpa adanya polemik. Pasalnya, Dispendik Kabupaten Probolinggo sudah mensosialisasikan hal itu pada guru dan orang tua siswa sejak 3 tahun lalu.

“Jadi, semua sudah bisa menyesuaikan dan tidak ada polemik. PPDB berbasis zona ini juga sebagai langkah meningkatkan dan meratakan kualitas pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” tegas Priyo. (adv/awi)


Bagikan Artikel