Pendidikan

Peraih Perak di Kejurda Selam, Jago Berenang di Sungai

SUMBERASIH – Namanya Muhamat Alfin (12). Bocah asal Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih ini berwajah polos dan pemalu. Tapi jangan salah. Di balik itu, Alfin begitu gahar saat berenang baik di kolam renang maupun di laut. Medali perak telah disabetnya di ajang Kejurda selam Jatim 2019 yang digelar di pantai Pasir Putih Situbondo pada akhir pekan lalu.

Bersaing dengan para atlet selam dari seluruh Jawa Timur yang berusia 1 tahun lebih tua, Alfin sama sekali tak gentar. Dengan tinggi badan hanya sebatas dada para pesaingnya, Alfin ternyata tetap mampu bersaing. Ia bahkan mampu naik podium juara 2 dan juara 3 dalam nomor laut dengan jarak berbeda. Yakni nomor laut 500 meter dan 1.000 meter.

Prestasi itu sontak membuat orang tua Alfin, Suhartono, yang merupakan seorang pembuat batako, bangga luar biasa. Ia mengaku bahwa prestasi anaknya itu sama sekali tak dikiranya. Pasalnya dia menganggap Alfin adalah bocah pada umumnya yang suka mandi dan berenang di sungai dekat rumahnya di Desa Mentor. “Sepulang sekolah atau saat hari libur,dia mesti ke sungai untuk mandi dan berenang,” kata ayahnya.

Saking seringnya Alfin mandi dan berenang di sungai, Suhartono kerap menegur Alfin. Sebab ia menganggap berenang di sungai sangat berbahaya. Pasalnya di sungai yang hulunya berada di kawasan Bromo itu, kerap terjadi banjir bandang. Sehingga wajar baginya sebagai orang tua melarang anaknya itu terlalu sering mandi dan berenang di sungai.

“Namun namanya anak-anak, pasti akan melakukan apa yang disenanginya. Walaupun itu dilarang,” kata Suhartono.

Entah sudah dtakdirkan atau tidak, bakat Alfin yang masih duduk di bangku kelas VI SDN Mentor 3 Sumberasih itu secara tak sengaja terlihat oleh Misnari, seorang pelatih atlet selam Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Possi) Kabupaten Probolinggo. Tepatnya 8 bulan yang lalu, Misnari yang tengah melintas di sekitar Desa Mentor, melihat sekelompok anak tengah berenang di sungai.

Saat itu Misnari memperhatikan beberapa anak yang tengah berenang di sungai. Perhatiannya pun langsung tertuju pada Alfin yang menurutnya memiliki bakat alam dalam olahraga selam.

“Saya yakin Alfin punya potensi sebagai atlet selam. Kakinya sangat kuat ketika dia berenang. Itu bakat yang tak dimiliki oleh semua anak. Dan saya tak ingin melewatkannya,” katanya kepada Koran Pantura.

Tak perlu waktu lama, Misnari langsung menghampiri Alfin dan menanyakan di mana Alfin bersekolah. Beberapa hari kemudian, Misnari bersama dengan Ketua Possi Kabupaten Probolinggo Mukhsin mendatangi sekolah tempat Alfin menuntut ilmu.

Kedatangan pengurus Possi itu untuk membicarakan Alfin yang hendak direkrut sebagai bibit atlet selam kabupaten Probolinggo. Respon positif datang dari Yayak Ernany, Kepala SDN Mentor 3. Sehingga izin pun diberikan kepada Alfin untuk menjadi bagian dari atlet selam kabupaten Probolinggo.

Selama 8 bulan Alfin digembleng dan dilatih di 2 tempat berbeda. Yakni di kolam renang GOR Kedopok Kota Probolinggo dan Ranu Ronggojalu di Kecamatan Tegalsiwalan. Nyaris setiap sore dan akhir pekan Alfin menghabiskan hari-harinya untuk berlatih selam. Paling tidak dalam sehari dia berlatih selam menempuh jarak sekitar 7.000 meter.

“Itu porsi latihan dengan jarak minimun, tekniknya dengan melawan arus agar kaki dan teknik selam mereka sempurna,” kata Misnari.

Porsi lathan rutin yang diterapkan Possi ternyata sukses membuat Alfin menjadi salah satu bibit atlet paling berpotensi. Buktinya, pada keikutsertaan sebelumnya pada Kejurda di Surabaya, Alfin berhasil masuk 5 besar. Padahal di nomor Beevin 200 meter yang ia ikuti kala itu, Alfin harus bertarung dengan para atlet Jawa Timur lainnya yang usianya di atasnya.

Namun, lagi-lagi Alfin menunjukkan meski usianya masih muda dan fisiknya belum sempurna, bukan penghalang untuk meraih prestasi. “Meski pencapaiannya hanya di 5 besar, kami melihat capaian itu sudah sangat luar biasa. Karena Alfin punya semangat berkompetisi yang sangat dibutuhkan oleh seorang atlet dalam olahraga apapun itu,” kata Mukhsin, Ketua Possi Kabupaten Probolinggo.

Pria yang juga menjabat sebagai Kasubag Perencanaan dan Keuangan di Kecamatan Pajarakan ini meyakini masa depan Alfin cukup cerah. Namun usaha Alfin untuk menjadi atlet profesional harus terus didampingi. Utamanya pada pengadaan peralatan olahraga selam yang tak murah.

Mukhsin menyatakan, apapun halangannya, pihaknya tak akan surut untuk menggembleng Alfin dan juga para atlet selam lainnya. “Tidak ada alasan kurang anggaran, meski terbatas. Kami upayakan yang terbaik bagi atlet kami. Karena mereka akan selau berbuat yang terbaik bagi Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Alfin sendiri saat ditanya apa cita-citanya, mengaku ingin menjadi seorang tentara angkatan laut. Dengan prestasi selam yang ia raih, Alfin yakin akan memuluskan jalannya menuju mimpinya itu.

“Kata pelatih, seorang marinir kan harus bisa menyelam, dan saya sudah bisa menyelam. Karena itu saya akan terus berlatih sampai jadi juara ditiap lomba selam yang saya ikuti,” terangnya dengan nada polos.

Menurutnya, selam adalah olahraga yang menarik. Karena olahraga ini mengandalkan kekuatan fisik, teknik, dan sedikit keberuntungan. Meski fisik dan tekniknya bagus, namun tidak beruntung, tetap saja tidak akan menang. “Pokoknya jangan sampai lupa berdoa setiap kali akan berlatih dan berlomba. Itu yang selalu diajarkan orang tua, guru, dan pelatih saya,” kata Alfin. (tm/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan