Pendidikan

Bupati Keluarkan SE Seragam Khas Batik Pelajar

KRAKSAAN – Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang imbauan penggunaan pakaian seragam khas batik pelajar Kabupaten Probolinggo. Seragam itu diperuntukkan bagi peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA Negeri dan Swasta di Kabupaten Probolinggo.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati nomor 420/0145/426.101/2019. Bupati menyatakan  bahwa tujuan dari dikeluarkannya kebijakan tersebut adalah dalam rangka menumbuhkembangkan karya seni batik Kabupaten Probolinggo, serta membangkitkan kecintaan dan kebanggan terhadap produksi daerah sejak dini.

“Berdasar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 45 tahun 2014 tentang pakaian seragam sekolah bagi peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah, maka saya Bupati Probolinggo mengimbau penggunaan seragam khas sekolah berupa seragam batik pelajar Kabupaten Probolinggo bagi peserta didik SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/SMK/MA baik Negeri maupun Swasta dengan ketentuan sebagai berikut (terlampir, red),” tulis Bupati.

Pertama, motif dan model pakaian seragam khas sekolah berupa batik pelajar  Kabupaten Probolinggo sudah ditentukan. Kedua, pengadaan pakaian seragam khas sekolah ini diusahakan sendiri oleh orang tua/wali peserta didik, yang dalam pelaksanaanya dapat bekerjasama dengan Komite Sekolah dan Paguyuban orang tua/wali peserta didik

“Ketiga, produksi pakaian seragam khas sekolah dikoordinasikan oleh Asosiasi Perajin Batik Kabupaten Probolinggo yang tergabung dalam Adikarya Perajin Batik, Bordir dan Asesoris (APBBA),” ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan, pakaian seragam batik tersebut dikenakan pada hari Rabu dan/atau Kamis. Pakaian seragam batik dimulai pada tahun ajaran baru 2019/2020, utamanya bagi

“Model seragam bukan hanya dibuat 2 macam yaitu untuk seragam laki-laki dan perempuan saja, tetapi juga ada seragam muslim dengan lengan panjang dan juga seragam pada umumnya,” urai Dewi.

Dewi menyebut, jumlah seragam batik yang bakal diproduksi dan dikenakan siswa sebanyak 48.943 lembar. Para siswa yang mengenakan adalah SD/MI kelas I, SMP/MTs kelas VII dan SMA/SMK/MA kelas X. Rinciannya, SD sebanyak 13.015, MI 6.585, SMP 6.688, MTs 8.173, SMA/SMK 9.047 dan MA 5.435 siswa. “Seragam batik tingkat SD dirancang berwarna merah, tingkat SMP berwarna biru dan tingkat SMA berwarna abu-abu,” terangnya.

Motif cap yang dibuat nanti khas Probolinggo yaitu gabungan motif Bromo, Mangga, Daun Mangga, Air dan motif Tut Wuri Handayani. Ukuran kain batik untuk SD 1,25 meter x 1,15 meter sedangkan SMP dan SMA ukuran 1,75 x 1,15 meter.

“Jumlah IKM batik yang bekerjasama dalam produksi seragam batik sebanyak 15 IKM yang total memiliki 236 karyawan. Asumsi jumlah produksi mencapai 505 lembar per hari,” beber Dewi. (awi/ra/adv)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan