Pendidikan

Pelajar Desa Palangbesi Berjalan Kaki ke Sekolah

PROBOLINGGOPara pelajar asal Dusun Kranggen, Desa Palangbesi, Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo harus berjuang keras untuk menuntut ilmu. Demi menjangkau sekolahnya, yaitu SDN Boto III di Kecamatan Lumbang, para pelajar itu harus rela berjalan kaki yang memakan waktu sampai satu jam lamanya. Karena jarak jauh yang harus ditempuh itu, mereka terpaksa menginap di rumah saudaranya bila sampai turun hujan.

Dusun Kranggen  lokasinya berada di perbatasan Desa Palangbesi dengan Desa Boto. Posisi Dusun Kranggen memang agak menjorok, mendekati hutan yang masuk  kawasan Desa Purut dan Desa Sumberkare (Kecamatan Wonomerto).

Nah, di Dusun Kranggen, para pelajar SD bersekolah di SDN Boto 3. Sebab, SDN Boto 3 lokasinya adalah yang paling dekat dengan Dusun Kranggen. Meskipun jarak yang dianggap paling dekat itu sebenarnya jauh. 

Pelajar dari Dusun Kranggen harus berjalan kaki selama sekitar satu jam untuk sampai di SDN Boto 3. Padahal, medan yang harus dilalui juga tidak berkontur rata. Mereka harus melintasi jalan berbatu dengan kontur naik turun. Demi menuntut ilmu, agar sampai di sekolahnya mendekati tepat waktu, para pelajar itu harus bangun lebih pagi saban hari sekolah.

Tidak ada moda transportasi untuk para bocah itu. Ojek umum tidak ada. Ojek pendidikan yang dicanangkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo tahun ini, juga belum tersedia.

Tetapi, kondisi ini tidak pernah membuat para bocah dari Dusun Kranggen putus semangat untuk bersekolah. Lihat saja Rosul (11), Faris (11), dan Topik (9). Tiga sekawan yang sama duduk di kelas III SDN Boto 3 itu setiap hari tetap bersemangat berjalan kaki pulang pergi dari rumahnya di Dusun Kranggen menuju sekolahnya.  

Sudah lama pak, sejak kelas satu ya seperti ini, celoteh Rosul kepada Koran Pantura. Topik dan Faris kemudian mengangguk, mengiyakan pernyataan Rosul.

Kata Rosul, mereka sama tidak ada yang mengantar berangkat dan pulang sekolah. Orang tuanya setiap hari harus kerja mencari rumput untuk hewan peliharaannya. Jadi ya jalan saja. Pokoknya kalau jalan (sampai sekolah, red) kurang lebih satu jam,” ujar Rosul lai.

Menurut para bocah itu, mereka memilih bersekolah di SDN Boto 3 karena memang paling dekat dengan rumahnya.  “Ini kan (sekolah) yang terdekat Pak, timpal Faris.

Kalau hujan saat berangkat, mereka tidak mudah bolos. “Tetap sekolah. Kadang pakai payung, katanya.

Tetapi, kata Faris, persoalannya jadi lain kalau hujan turun saat mereka harus pulang. “Daripada berbahaya, jadi saya nginap Pak. Kalau yang lain, ada yang pulang  meskipun hujan,” katanya.

Bagi mereka, yang terpenting tetap bisa sekolah demi menggapai cita-cita. “Karena dengan sekolah, saya percaya bisa menggapai cita cita saya Pak, jelas Faris yang mengaku ingin jadi polisi.

Selain tiga bocah itu, masih ada dua bocah lagi asal Kranggen yang menjalani perjuangan serupa. Bedanya, dua bocah lainnya dua kelas di atas Rosul, Faris dan Topik.  Ada lima anak pak. Yang lain kakak kelas, terang Faris.

Sayuna (59), salah seorang warga Kranggen, mengakui tidak sedikit anak-anak dari dusunnya yang memilih bersekolah di SDN Boto 3. Selain faktor jarak, pertimbangan lainnya adalah kualitas. “Di sana (SDN Boto 3) katanya bisa lebih pintar Pak. Makanya ada yang sekolah di sana meskipun medannya seperti itu,” tutur Sayuna.

Sementara itu, Camat Lumbang Bambang Hariwahjudi mengatakan, memang program ojek pendidikan yang digagas Dispendik juga dirasakan Kecamatan Lumbang. Namun, program itu masih diterapkan di Desa Sapih, yang memang terpencil. Sebenarnya saya kurang ingat, tapi sepengetahuan saya ya Sapih yang mendapatkan program itu. Untuk (desa) yang lain belum, ujarya.

Kendati begitu, Camat mengaku tetap akan berusaha untuk para pelajar dari Dusun Krangen. “Nanti akan kami usulkan dan diskusikan dengan Dispendik. Paling tidak, juga ada perhatian kepada mereka,” katanya. (iwy)

Tiga siswa SDN Boto 3 ini berjalan kaki dari rumah menuju sekolahnya tiap hari, baik ketika berangkat maupun ketika pulang. (Choirul Umam Masduqi/Koran Pantura)

 


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan