Pendidikan

Wawali HMS Subri menyapa seorang siswa SMPN 6 Kota Probolinggo yang mengikuti tryout UNBK, kemarin (26/2). (Agus Purwoko/Koran Pantura)

Jaringan Error, Tryout Terhambat


PROBOLINGGO – Penyelenggaraan tryout atau ujicoba Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 6 Kota Probolinggo terhambat. Saat tryout dimulai, lembar soal dan jawaban tidak bisa diakses dari komputer siswa. Diduga, penyebabnya adalah terjadinya keterlambatan akses data dari server Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) setempat.

Perlu diketahui, tryout di Kota Probolinggo dilaksanakan sejak Senin (25/2) hingga Kamis (28/2) mendatang. Sebanyak 4.200 siswa kelas IX SMP sederajat, baik negeri maupun swasta mengikuti tryout tersebut.

Di SMPN 6, tryout dilaksanakan di 2 ruang kelas. Awalnya, tidak ada masalah yang terjadi ketika tryout dimulai. Pelaksanaan ujicoba UNBK tersebut lancar tanpa kendala. Gangguan tersebut baru diketahui ketika Wakil Walikota (Wawali) Probolinggo HM. Soufis Subri melihat secara langsung pelaksanaan tryout di sekolah yang berlokasi di Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo Maskur yang mendampingi Wawali kemarin, mengakui ada kendala teknis yang terjadi pada tryout kemarin. Menurutnya, penyelenggara UNBK sudah disiagakan untuk mengatasi segala gangguan saat pelaksanaan tryout dan UNBK.

“Tim kami siap mengantisipasi gangguan saat pelaksanaan UNBK tanggal 22 sampai 25 April mendatang,” katanya singkat.

Terkait gangguan yang terjadi kemarin, Wawali Subri menganggapnya wajar. Namun ia meminta hal itu menjadi pembelajaran bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara UNBK lebih siap dan matang. “Kejadian ini pembelajaran. Mending terganggu saat ini ketimbang saat pelaksanaan UNBK akhir April nanti,” terangnya.

Ia tidak ingin persoalan seperti kemarin terjadi justru pada saat UNBK. Sebab hal itu akan memengaruhi psikologi penyelenggara, pihak sekolah, bahkan peserta atau anak didik. “Insya Allah bisa diatasi. Tapi jangan sampai saat UNBK. Bisa-bisa siswa kebingungan mengerjakan soal,” harapnya.

Selain memantau tryout di SMPN 6, Subri juga memantau tryout di 3 sekolah lainnya. Yakni di SMPN 1, SMPN 10, dan SMPN 8. Subri menegaskan, tujuannya memantau langsung tryout adalah untuk mengetahui kesiapan penyelenggaraan UNBK sekaligus melihat kondisi sekolah.

“Kami juga meminta masukan dari pengajar dan siswa. Mengingat, dalam waktu dekat, Walikota akan merealisasikan visi misi sekolah gratis. Jadi, kualitasnya juga harus diperhatikan. Jadi, begitu program sekolah gratis diluncurkan, minim permasalahan di kemudian hari,” terangnya.

Empat sekolah yang dikunjunginya kemarin tersebar di wilayah utara dan wilayah selatan. Dari hasil pantauan kemarin, pihaknya sudah mengantongi sejumlah hal yang perlu ditingkatkan. “Soal sarana sudah cukup. Tapi yang perlu mendapat perhatian, adalah sekolah yang ada di wilayah selatan,” kata Subri. (gus/eem)


Bagikan Artikel