Pendidikan

Selain Ojek, Juga Ada Beasiswa

KRAKSAAN – Program ojek siswa di Kabupaten Probolinggo sudah mulai berjalan. Dana program ini berasal dari APBD Kabupaten Probolinggo 2018 sebesar Rp 1,5 miliar. Demi memaksimalkan program tersebut, Pemkab juga menggandeng pihak swasta.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan, Pemkab telah berhasil menggandeng sebuah perbankan milik pemerintah. Bank dimaksud menyediakan sebanyak beasiswa untuk 140 pelajar.

“Bedanya, APBD bentuknya gaji bagi tukang ojek siswa. Dari perbankan, ada 140 beasiswa yang nanti juga diperuntukkan uang transport siswa di kawasan pinggiran,” ujarnya.

Dana yang digelontorkan per beasiswa sebesar Rp 300 ribu selama 10 bulan. Yaitu dari Maret hingga Desember 2019. Total beasiswa yang diberikan sekitar Rp 420 juta.

“Ini untuk mendukung pemaksimalan program ojek siswa. Karena sementara ini masih ada 400 tukang ojek yang diberdayakan untuk mengantar jemput siswa. Dengan menggandeng pihak ketiga, kami harap program ini bisa lebih maksimal,” harap Dewi.

Ia menerangkan, masa kerja tukang ojek ini 6 kali dalam sepekan, atau sesuai dengan kalender sekolah. Upahnya per bulan Rp 350 ribu. Jumlah tukang ojek se Kabupaten Probolinggo sebanyak 400 orang yang tersebar di beberapa wilayah pelosok yang medannya sulit dilalui siswa.

“Ada di Tiris, Krucil, Sukapura, Lumbang, Sumber, Kuripan, Pakuniran, Kotaanyar, Tongas, Tegalsiwalan, Banyuanyar dan Wonomerto. Itu wilayah sulit semua,” ungkapnya.

Program tersebut sengaja difokuskan di wilayah pelosok dan kantong kemiskinan. Tujuannya, memudahkan siswa untuk berangkat dan pulang sekolah. Selain itu, program ini juga memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat setempat.

“Idealnya, tukang ojek siswa itu bisa dari keluarga dan kerabatnya siswa itu sendiri. Bisa bapaknya, paman, atau kakaknya. Jadi, siswanya bisa sekolah, keluarganya dapat penghasilan,” beber Dewi. (awi/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan