Pendidikan

Ojek Siswa Mulai Jalan


KRAKSAAN – Program ojek siswa yang dicanangkan oleh Bupati Probolinggo mulai direalisasikan mulai Februari tahun ini. Ada 400 tukang ojek siswa yang diberdayakan. Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo menganggarkan Rp 1,5 miliar untuk jasa ojek tersebut.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan, program ojek siswa ini sudah berjalan per 1 Februari lalu dan anggarannya baru dicairkan perdana pada Maret mendatang.

“Kita juga MoU dengan Dishub. Bang Ojek ini harus mengutamakan safety dan memiliki SIM. Setiap selesai antar-jempur, mereka isi daftar hadir. Sehari 1 siswa per tukang ojek antar jemput,” kata Dewi, Selasa (19/2).

Masa kerja tukang ojek ini 6 kali dalam sepekan, atau sesuai dengan kalender sekolah. Upahnya per bulan Rp 350 ribu. Jumlah tukang ojek se Kabupaten Probolinggo sebanyak 400 orang yang tersebar di beberapa wilayah pelosok yang medannya sulit dilalui siswa.

“Ada di Tiris, Krucil, Sukapura, Lumbang, Sumber, Kuripan, Pakuniran, Kotaanyar, Tongas, Tegalsiwalan, Banyuanyar dan Wonomerto. Itu wilayah sulit semua,” ucapnya.

Namun, Dispendik tidak menganggarkan full 12 bulan tahun 2019 ini. Sebab, Januari kosong. “Kita anggarkan untuk upah 11 bulan. Total Rp 1.540.000.000 (1,5 miliar) setahun ini,” sebut Dewi.

Program sengaja dibuat di wilayah pelosok dan kantong kemiskinan. Tujuannya, memudahkan siswa untuk berangkat dan pulang sekolah. Selain itu, program ini juga memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat setempat.

“Idealnya, tukang ojek siswa itu bisa dari keluarga dan kerabatnya siswa itu sendiri. Jadi bisa bapaknya, paman atau kakaknya. Jadi siswanya bisa sekolah, keluarganya dapat penghasilan,” beber Dewi. (awi/ra)

 


Bagikan Artikel