Pendidikan

Aktivitas belajar mengajar di dalam kelas yang berlangsung di salah satu SDN negeri di Kecamatan Sukapura beberapa waktu lalu. (Dokumen/Koran Pantura)

Prioritaskan Siswa Miskin dan Disabilitas


KRAKSAAN – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo sedang menggodok kuota dan rombongan belajar (rombel) untuk pendaftaran peserta didik baru (P2DB) tahun 2019. Meski belum ditetapkan, namun Dispendik telah menetapkan kalangan siswa yang mendapat prioritas. Yakni siswa miskin dan siswa penyandang disabilitas.

Kadispendik setempat Dewi Korina mengatakan, penentuan kuota dan rombel disesuaikan dengan perubahan zonasi yang telah selesai dibahas. Dalam perubahan tersebut, sebanyak kuota 90 persen ditetapkan untuk siswa yang bertempat tinggal dekat sekolah. Sementara sisanya ditetapkan untuk siswa berprestasi yang tinggal di luar zona, dan siswa yang orang tuanya pindah tugas.

“Perubahannya, 90 persen untuk siswa dalam zona, 5 persen di luar zona untuk siswa berprestasi, lalu 5 persennya untuk siswa yang orang tuanya pindah tugas,” ujarnya kepada Koran Pantura, kemarin (17/2).

Perubahan lain kata Dewi, dalam kuota 90 persen untuk siswa dalam zonasi, ada keharusan untuk menampung siswa penyandang disabilitas dan siswa miskin. “Jadi, dalam 90 persen itu harus ada siswa miskin dan disabilitas. Ini aturannya,” tegas mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Probolinggo ini.

Dewi mengatakan, penetapan kuota dan rombel akan dilakukan dalam di waktu yang tepat. Secara formal, penetapan tersebut akan mulai berlaku setelah terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) Probolinggo tentang P2DB 2019. (rul/eem)


Bagikan Artikel