Pendidikan

Guru Honorer K2 saat menjadi paduan suara di sebuah acara beberapa waktu lalu. (Dokumen/Koran Pantura)

Pemkab Prioritaskan K2 masuk PPPK


KRAKSAAN – Pemkab Probolinggo memrioritaskan Honorer Kategori 2 (K2) dalam perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK ). Lebih utama lagi mereka yang memiliki ijazah pendidikan tinggi Strata 1 (S1).

Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Probolinggo Dewi Korina menyatakan usai menghadiri Rembuk Nasional di Jakarta, kemarin (14/2). Dari acara tersebut memang disampaikan ada aturan baru terkait dengan perekrutan PPPK.

Nah, dari aturan baru tersebut yang paling diprioritaskan yakni K2 yang belum bisa menjadi PNS beberapa waktu lalu atau gagal ikut tes CPNS beberapa waktu lalu. “Jadi kalau PPPK di Kabupaten Probolinggo nanti tidak akan dibuka untuk umum. Khusus guru yang masuk K2,” jelas Dewi Korina.

Selain memrioritaskan K2 yang masih belum jadi PNS, pihaknya juga akan memprioritaskan K2 yang sudah punya ijazah S1. “Jadi yang S1 dulu yang masuk, kemudian yang masih proses belajar akan dilakukan perekrutan selanjutnya,” jelasnya.

Dewi sendiri mengaku kurang hafal terkait jumlah guru yang masuk pada K2 di Kabupaten Probolinggo. Ia memperkirakan jumlahnya berada di kisaran 150 orang. Dari jumlah itu semua masih ada yang mempunyai ijazah dibawah S1.

Terkait dengan rekrutmen PPPK ini, Dewi mengatakan nantinya akan ada pengumuman lebih lanjut. “Setelah Rembuk Nasional ini hasilnya secara tertulis akan dilaporkan ke ibu bupati kemudian akan diatur teknis kembali. Termasuk perekrutan PPPK ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Guru Honorer K2 Kabupaten Probolinggo Heru Makmun mengatakan adanya perekrutan PPPK ini diharapkan bisa memperbaiki nasib ratusan guru Honorer K2 di Kabupaten Probolinggo.

“Adanya PPPK ini semoga kami K2 ini ada sedikit banyak perubahan demi nasib dan masa depan kami. Semoga daerah dan pemerintah mendengar dan melihat segala perjuangan dan pengabdian kami selama ini,” kata Heru. (rul/ra)


Bagikan Artikel