Pendidikan

Wakil Bupati Probolinggo H.A Timbul Prihanjoko (kiri) saat ikut menanam pohon di Desa Sapih Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo, Minggu (10/2). (Choirul Umam Masduqi/Koran Pantura)

Jaga Sumber Air, Tanam Ribuan Pohon


LUMBANG – Demi menjaga sumber mata air di perbatasan Probolinggo-Pasuruan, sejumlah elemen masyarakat di 5 desa dari 2 Kabupaten tersebut menanam ribuan pohon di 3 bukit di Desa Sapih Kecamatan Lumbang, Minggu (10/2). Reboisasi itu dilakukan karena hutan setempat gundul akibat pembalakan liar tempo dulu.

Masyarakat setempat menanam 2.061 pohon dengan berbagai jenis. Pembalakan liar di kawasan itu sendiri terjadi kurun waktu 1998 hingga 1999 silam. Tak sedikit warga yang menjarah hutan untuk ditebang dengan berbagai macam alasan lainnya.

Kades Sapih Royati Salim mengatakan, pembalakan liar itu memang kesalahan dari warga di masa lalu. “Ini sudah salahnya warga. Makanya kami ini mencoba berubah untuk menanam pohon,” katanya.

Ketua Panitia Didik Handoko mengungkapkan, kegiatan ini berawal dari kepedulian warga desa Sapih. Tujuannya untuk menjaga sumber mata air bagi masyarakat di lingkungan bawah. “Makanya kami punya tema untuk kegiatan ini yakni ‘Kita Tanam, Kita Rawat, Kita Bahagia’. Artinya, kalau sumber mata air kita terjaga, pasti semuanya akan bahagia,” jelas Didik.

Peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut terdiri dari berbagai komunitas dan tim kebencanaan. Bahkan, Wakil Bupati Probolinggo H.A Timbul Prihanjoko beserta forkopimka ikut menjelajahi jalur dengan menggunakan trail. “Alhamdulillah, saya pribadi senang dengan kegiatan ini. Apalagi untuk menjaga sumber mata air yang dinikmati 2 daerah dan 5 desa,” terang Wabup Timbul.       

Wabup pun mengapresiasi kegiatan yang dilakukan atas kesadaran masyarakat sendiri tersebut. “Ide bagus di tengah kepedulian masyarakat yang dipertanyakan. Punya inisiatif untuk sama sama menanam,” jelasnya.

Paling tidak untuk kegiatan menanam ini melibatkan 5 desa dari Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan yang saling membutuhkan. “Bisa disebut Simbiosis Mutualisme dan akan dinikmati bersama. Harapan kami, apa yang sudah ditanam bisa dirawat dan bisa menjadi hutan lindung seperti puluhan tahun silam,” tandasnya. (rul/awi)


Bagikan Artikel