Pendidikan

Soal Museum Rasulullah, Banggar Tunggu Evaluasi Dispendik


PROBOLINGGO – Museum Rasulullah yang sudah dua tahun beroperasi di Kota Probolinggo, belum menyumbang retribusi pada Pemkot Probolinggo. Bahkan, hal ini menjadi catatan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Probolinggo saat pembahasan akhir tahun lalu. Selain itu, Banggar juga meminta Disdikbud untuk mengevaluasi kembali.

Evaluasi itu seharusnya sudah selesai akhir Desember lalu. Namun, sampai saat ini, hasil evaluasi yang diminta Banggar DPRD Kota Probolinggo itu belum juga ada.

Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Moh. Maskur saat dikonfirmasi kemarin (11/1) belum memberikan keterangan terkait hal tersebut. Saat dihubungi Koran Pantura, hingga berita ini ditulis, belum juga ada tanggapan dari Maskur.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Sibro Malisi membenarkan adanya catatan Banggar untuk Disdikbud terkait museum. “Saat pembahasan di Banggar memang dibahas. Salah satunya meminta evaluasi kembali perihal Museum Rasulullah yang ada di Museum Probolinggo,” kata Sibro.

Sibro yang juga menjadi anggota Banggar, menyatakan bahwa permintaan Banggar saat itu memang bukannya tanpa alasan. Salah satu alasannya karena selama dua tahun berjalan, Museum Rasulullah belum sama sekali memberikan pemasukan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Probolinggo. “Ya sampai sekarang nggak ada pemasukan  sama sekali.  Padahal, tiket masuk sebesar Rp 50 ribu per orang,” katanya.

Evaluasi yang diminta Banggar yakni soal pengelolaan aset pemkot yang digunakan oleh pihak pengelola Museum Rasulullah. Sebab, kata Sibro, seharusnya sesuai aturan, Pemkot Probolinggo mendapat dua bagian. Pertama, bagian dari sewa gedung yang digunakan sampai saat ini. Kemudian yang kedua, pemkot mendapat 15 persen dari setiap penjualan tiket.

“Harusnya itu yang didapat. Bayangkan saja, kalau sudah dua tahun berjalan, tiket 50 ribu per orang, sudah berapa pengunjung yang datang kesini,” ujar Sibro. Karena itu, ia berharap agar hasil evaluasi dari Disdikbud bisa memberikan angin segar terhadap PAD Kota Probolinggo. (rul/iwy)


Bagikan Artikel