Pendidikan

50 Perpusdes Jadi Pusat Literasi Desa


PROBOLINGGO – Sebanyak lebih dari 50 perpustakaan desa (Perpusdes) di Kabupaten Probolinggo telah menjadi pusat literasi bagi masyarakat. Hal itu diungkapkan Plt Bupati Probolinggo HA Timbul Prihanjoko di acara Stakeholder Meeting di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Selasa (14/12).

Kegiatan ini dimotori Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo itu. Dalam kesempatan tersebut, Plt  Bupati Timbul menyampaikan bahwa saat ini di Kabupaten Probolinggo terdapat sekitar 50 desa yang mampu mengembangkan program literasi perpustakaan desa berbasis inklusi sosial.

“Lima puluh perpustakaan desa tersebut telah menjadi pusat belajar dan kegiatan masyarakat berbasis teknologi informasi dan komunikasi melalui berbagai pelatihan dan keterampilan,” katanya, Selasa (14/12).

Karena jumlahnya yang belum menyeluruh di 325 desa di kabupaten Probolinggo, Plt Bupati Timbul menyebut ke depannya peran perpustakaan desa harus lebih ditingkatkan lagi. Terutama dengan memperbanyak dan memaksimalkan fungsi dan layanan Perpusdes di masing-masing desa. Karena fungsi Perpusdes selain sebagai sarana pusat literasi, juga sebagai wahana dan tempat pembelajaran bersama untuk mengembangkan potensi masyarakat desa.

“Selain menyediakan sumber-sumber bacaan untuk menggali informasi dan pengetahuan. Perpustakaan juga memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan, yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat,” sebutnya.

Dijelaskan, dengan semakin banyaknya Perpusdes berbasis inklusi sosial yang terbentuk,  maka hal itu akan semakin baik. Karena membangun literasi juga berarti membangun peradaban. Terlebih perpustakaan merupakan bagian penting untuk membangun masyarakat dan generasi muda berpengetahuan.

“Di era digital ini perpustakaan masih harus menjadi rujukan masyarakat, peranan perpustakaan sangat penting dapat melahirkan insan-insan terpelajar yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan serta menguasai teknologi, penggerak utama dalam proses transformasi sosial menuju masyarakat yang maju, makmur, dan sejahtera,” jelasnya.

Oleh karena pentingnya keberadaan Perpusdes itu di kabupaten Probolinggo, Plt Bupati Timbul mengajak kepada seluruh stake holder yang terdiri dari pimpinan forum CSR Kabupaten Probolinggo, perwakilan BUMD dan BUMN, Ketua LPPM Perguruan Tinggi, HIPMI dan Kadin dan para kepala desa untuk bersama-sama mensukseskan program Perpusdes berbasis inklusi sosial.

“Semoga dengan adanya pertemuan ini, seluruh pihak bisa turut berkomitmen dan berkontribusi dalam mengembangkan Perpusdes untuk kepentingan masyarakat di Kabupaten Probolinggo,” katanya.  (tm/iwy)


Bagikan Artikel