Pendidikan

113 SD Belum PTM


PROBOLINGGO – Sebanyak 510 Sekolah Dasar (SD) negeri maupun swasta di Kabupaten Probolinggo sudah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sejak 6 September lalu. Namun tidak sedikit juga SD yang belum menerapkan PTM. Jumlahnya sebanyak 113 SD.

Kepala Bidang Pembinaan SD pada Dispendik Kabupaten Probolinggo Sri Agus Indarwati mengatakan, SD di Kabupaten Probolinggo berjumlah 623 SD. “Sudah ada 510 SD yang PTM. Jadi, masih belum PTM semua. Pembukaannya harus melalui persetujuan Pak kadis (kepala dinas, red),” katanya, Kamis (30/9).

Sejatinya, 113 SD tersebut bisa menerapkan PTM seprti halnya sekolah-sekolah lainnya. Namun, sebelumnya sekolah terkait harus berkirim surat kepada Kadispendik setempat.

“Kirim surat dulu ke kadis. Setelah itu kami cek dulu sekolahnya, siap atau tidak prokesnya, alat cuci tangan, hand snitizer, ataupun pengaturan bangkunya. Kalau sudah siap, pasti izinnya diberikan. Kalau ketika dicek belum siap, ya tidak bisa PTM,” terangnya.

Menurutnya, penerapan prokes yang ketat memang saat ini menjadi syarat sekolah untuk menggelar PTM. Hal itu bertujuan untuk mencegah adanya penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

“Pandemi masih belum berakhir. Makanya penerapan prokes ini adalah sebagai bentuk antisipasi,” paparnya.

Sri menerangkan, setiap sekolah yang hendak mengajukan pembukaan PTM harus memperhatikan vaksin bagi peserta didiknya. Sebab, peserta didik yang usianya 12 tahun lebih, harus telah divaksin sebagai syarat mengikuti PTM.

“Kelas 6 itu kan biasanya sudah ada yang lebih 12 tahun. Untuk anak ini vaksin menjadi syarat wajib. Kalau untuk gurunya, wajib semua melakukan vaksin, biar aman,” terangnya. (ay/eem)


Bagikan Artikel