Pendidikan

Dispendik Tambah PTM Terbatas


PROBOLINGGO – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo resmi menambah  jumlah sekolah yang melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas mulai hari ini. Hal itu tidak terlepas dari hasil monitoring dan evaluasi PTM Terbatas tahap pertama yang dimulai sejak Senin (6/9) pekan lalu.

Kepala Dispendik Fathur Rozi mengatakan, pihaknya menilai penerapan protokol kesehatan pada lembaga sekolah yang sudah memulai PTM Terbatas sejak pekan lalu sudah cukup baik. Sehingga, pihaknya memutuskan untuk menambah jumlah sekolah yang akan menggelar PTM Terbatas mulai hari ini.

“Selain prokesnya bagus, sekarang kan sudah PPKM (level 2). Makanya untuk PTM Terbatas tahap II ini kami tambah,” kata Fathur Rozi, Minggu (12/9).

Selanjutnya, ada ratusan lembaga sekolah yang akan menggelar PTM Terbatas mulai hari ini.  Terdiri atas sekolah formal hingga non formal.

Untuk PAUD non formal tercatat ada 63 lembaga yang akan memulai PTM Terbatas per hari ini. Lalu untuk PAUD formal ada 238 lembaga sekolah. Sedangkan untuk tingkatan SD, tercatat ada tambahan 510 lembaga sekolah. Dan untuk jenjang SMP ada tambahan 63 lembaga sekolah. “Prokes harus ketat, dan kami akan terus melakukan pemantauan untuk bahan evaluasi,” ujar Fathur Rozi mengingatkan.

Dalam praktiknya, kelanjutan PTM Terbatas ini masih sama dengan sebelumnya, yakni dengan shift learning atau dengan cara bergantian. Sedangkan untuk durasinya, di tingkatan SMP dan SD kelass III – VI maksimal 8 jam pelajaran (30 menit per jam pelajaran). Untuk SD kelas I – II maksimal 6 jam pelajaran dan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 4 jam pelajaran.

“Untuk jenjang SD dan SMP kapasitas maksimalnya 50 persen dari total jumlah siswa perkelas. Dan untuk PAUD maksimal 33 persen,” terangnya.

Sebagai informasi, pada pelaksanaan PTM Terbatas tahap I lalu, ada sebanyak 24 lembaga KB, 24 lembaga TK, 48 lembaga SD dan 40 lembaga SMP. Sekolah-sekolah itu tersebar di 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo. (ay/iwy)


Bagikan Artikel